Camat Nurchinta Tinjau Rumah Warga Musibah Gelombang Tinggi di Desa Bagan Kuala, Anehnya BPBD Sergai Belum Turun

Camat Nurchinta Tinjau Rumah Warga Musibah Gelombang Tinggi di Desa Bagan Kuala, Anehnya BPBD Sergai Belum Turun
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Pemukiman rumah warga Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara terendam air dihantam gelombang tinggi air laut yang datang secara tiba-tiba, Selasa siang (17/9/2024) sekira pukul 14.00 WIB.

Akibat gelombang tersebut ada sekitar kurang lebih puluhan rumah warga tergenang air, bahkan pasir memasuki rumah warga yang ada disekitar pinggiran pantai. Sehingga warga yang rumahnya terdampak terpaksa mengungsi dan mencari tempat aman.

Mendapat informasi tersebut, Camat Tanjung Beringin Nurchinta Depi Tambunan didampingi Kepala Desa Bagan Kuala Safril bersama Babinsa gerak cepat langsung turun dan keliling ke rumah warga untuk mengkroscek lokasi yang terdampak bencana sekaligus memastikan kondisi warga baik-baik saja.

Di lokasi pemukiman, Camat Nurchinta menyampaikan kepada warga untuk malam hari harus tetap waspada, karena perkiraan cuaca belum membaik.

“Kami juga sudah mengingatkan warga untuk mengungsi sementara di Puskesmas Pembantu Desa Bagan Kuala, mengantisipasi apabila tiba-tiba ada naik pasang susulan,” ujarnya.

Dikesempatan itu Nurchinta menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada di malam hari. Karena menurut informasi dari nelayan setempat akan ada naik pasang susulan melihat kondisi cuaca angin kencang, ombak tinggi dan hujan.

“Kita sarankan agar warga tetap waspada, karena kondisi cuaca belum tahu gimana. Kepada warga terdampak agar sabar menghadapi musibah ini dan semoga tidak ada lagi pasang susulan,” ucapnya.

Kepala Desa Bagan Kuala, Safril menjelaskan ada sekitar kurang lebih puluhan rumah warga yang terdampak air laut dan timbunan pasir yaitu Dusun I, Dusun II dan Dusun III.

Untuk dampak yang terbesar adalah di Dusun I sekitar kurang lebih 60 unit rumah yang langsung berhadapan di bibir pantai tertimbun pasir.

“Kita inisiatif mendirikan posko darurat untuk dapur umum warga. Jika ini dibiarkan, kita takut tingkat abrasi semakin parah di Desa Bagan Kuala,” ungkap Safril.

Diketahui peristiwa gelombang tinggi terjadi secara tiba-tiba pada hari Selasa siang sekira pukul 14.00 WIB. Dengan seketika air laut naik ke permukiman warga, dan juga pasir memasuk rumah warga.

Pantauan media ini, sejak kejadian sampai saat ini belum ada pihak BPBD Kabupaten Sergai meninjau ke lokasi, sehingga pihak Desa Bagan Kuala mendirikan tenda darurat di Dusun I, tepatnya di halaman masjid. (MR/AS)

Metro Rakyat News