80 Persen Titik Api Dapat Dikendalikan,130 Tim di Bantu 1 Unit Alat Berat dari PT. Teso Indah Berjibaku Padamkan Api Lahan Masyarakat
METRORAKYAT. COM, INDRAGIRI HULU – Tim gabungan sebanyak 130 personil terdiri dari KPBD Inhu, TNI, Polri, Manggala Agni, DLHK Provinsi, BBKSDA, MPA dari masyarakat, Karyawan dan dibantu 1 unit alat berat Excavator perusahaan bidang perkebunan kelapa sawait PT. Teso Indah berjibaku padamkan titik api Rabu, 24 Juli 2024.
Titik api yang dipadamkan dan melakukan pemblokiran area kebakaran tepatnya di titik koordinat S -0.30640, E 102.51356 yang berada di area lahan masyarakat Desa Sungai Guntung Hilir berbatasan Desa Sungai Guntung Tengah, Desa Kuantan Babu , dan Desa Kampung Pulau Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu Riau ujar Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah ( KPBD ) Pemerintah Inhu, Mulyadi kepada Metrorakyat.Com Kamis (25/7/2024) pagi.
Dikatakan, area lahan masyarakat yang terbakar seluas sekitar kurang lebih 311,9 hektar,saat ini sudah 80 persen dapat di kendalikan oleh tim gabungan dengan menurunkan mesin bertekanan tinggi juga ditambah sejumlah 11 Unit.
Jadi total mesin yang diturunkan sebanyak 15 Unit terdiri dari Mesin Mark 3, Coller, Coshin, Mini Striker dan Sibahura, dan juga alat pemadaman dari Perusahaan PT Teso Indah yang dipakai karyawan perusahaan melakukan pemadaman dan pendinginan.
Disamping itu juga dari pihak perusahaan PT. Teso Indah membantu satu unit alat berat Excavator membuka jalan untuk memudahkan pemadaman di lokasi area lahan kebakaran tersebut.
Untuk itu sambunnya bahwa strategi pemadaman membagi sebanyak 15 tim tersebar dari kepala api sisi selatan, barat dan utara, hanya sisi timur yang belum bisa dilakukan pemadaman dikarenakan akses jalan mengalami kesulitan.
“Sehingga teknik pemadaman oleh tim KPBD Inhu dan seluruh tim dari instansi terkait melakukan pemadaman langsung dengan teknik memotong dari sisi barat menuju timur, dari sisi utara menuju selatan, dan dari sisi selatan menuju utara, hingga saat ini kebakaran belum bisa dikendalikan sepenuhnya masih 80 persen bisa dikendalikan, namun masih perlu dilakukan moping up diantara terbakar dengan yang belum terbakar, “ungkap Mulyadi (MR/Ob )
