Sekilas Pengalaman Menjadi Jurnalistik, Menjadi Jurnalis Seperti Mimpi Dan Tak Pernah Terbayangkan
METRORAKYAT.COM, PALEMBANG – Rasanya seperti mimpi saja, saya yang 20 tahun berkecimpung sebagai Satuan Pengamanan (Pertopas) pasar 16 Ilir bisa menjadi seorang Wartawan atau Jurnalis seperti sekarang ini. Kalau dulu saya harus menghayati dan mentaati Frinsip Frinsip Satpam yang merupakan pedoman penting dalam menjalankan tugas sebagai pengamanan, tapi kini saya harus belajar sedikit demi sedikit tentang Undang Undang Pers dan selalu menghayati sebelas Pasal yang termuat dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta Unsur 5W1H.
Sebelum saya terjun ke dunia Wartawan atau Jurnalistik, saya berkecimpung dibeberapa Organisasi Masyarakat baik lokal maupun nasional dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Rupamya didunia Wartawan atau Jurnalistik ini sangat beda dengan pengalaman yang saya dapat selama ini, sebagai pekerja sosial kontrol publik saya harus melatih kesabaran diri serta harus siap menerima cacian, makian dan hinaan. Semua itu harus dihadapi dengan penuh kesabaran.
Tidak terasa sudah 6 tahun saya menjadi Wartawan, tentunya sudah banyak pengalaman yang saya dapat selama menjalankan tugas dilapangan sebagai Jurnalistik. Pengalaman pahit getir sudah pernah saya rasakan dalam menjalankan tugas sebagai Wartawan selama ini.
Menjadi seorang wartawan telah membuka peluang baru dalam hidup saya untuk menuangkan hobi, menulis berita secara akurat dan berimbang dengan memperhatikan unsur 5W1H.
Dengan seringnya membuat tulisan atau pemberitaan maka menjadi kehobian yang mesti saya gali terus. Semakin banyaknya pengguna internet sekarang ini, semakin banyak pula minat pembaca lewat media elektronik dibandingkan media cetak.
Bagi saya ini merupakan kesempatan emas atau awal untuk menjadi seorang wartawan, dengan hobi menulis maka saya akan memiliki ruang dan pengalaman baru.
Saya akui memang pada awalnya merasa canggung dan merasa kaku di lapangan, karna sebelumnya saya memang belum ada pengalaman menjadi Wartawan dan terkadang saya juga kebingungan saat berhadapan dengan narasumber.
Berkat sering bergaul serta dengan tekad yang sungguh sungguh ingin belajar, maka secara perlahan saya mulai mendapatkan ilmu tata cara turun di lapangan dan bagaimana sikap Wartawan saat di lapangan dalam menggali informasi dari narasumber.
Saya juga banyak mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Redaksi Media Online Metrosumsel.com yang mana selalu membimbing saya sejak dari awal, hingga sampai saya mengikuti Orientasi anggota Muda PWI Sumatera Selatan (Sumsel) pada hari Senin (17/10/2022) di Palembang.
Hari demi hari saya lalui dengan gaya dan tata cara saya sendiri, terus berusaha mengkais informasi yang akurat untuk disajikan Ke Publik. Seperti diketahui bersama bahwa seorang wartawan akan hadir setiap ada kegiatan dan kejadian, termasuk kegiatan pemerintah.
Sampai dengan saat ini, saya masih terus belajar dan tidak malu untuk bertanya. Apa yang saya kurang paham, saya selalu bertanya dengan Pimpinan Redaksi Media Online Metrorakyat.com. Pimpinan Redaksi media saya terus dengan sabar memberikan arahan dan petunjuk apa yang saya kurang paham tersebut.
Adapun kesan yang saya dapat selama ini, memang tidak mudah untuk menjadi seorang Wartawan, kita harus siap sedia setiap waktu untuk dapat segera mungkin meliput kejadian ataupun peristiwa yang terjadi disekitar kita.
Pada intinya karna saya masih awam tentang dunia jurnalis, maka saya masih ingin terus belajar dan terus menulis. Karna hasil karya tulisan seorang jurnalis bisa jadi referensi, inspirasi bahkan koreksi.
Inilah kilas kisah perjalanan pengalaman saya menjadi Jurnalis, saya bertekad ingin jadi penulis. Berita yang saya tayang adalah hasil karya tulis pribadi, bukan hasil Kopas atau Kopy Paste. Karna saya tahu, tindakan copy-paste ataupun penjiplakan materi merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak cipta. (MR/Efirman/Ist)
