Ratusan Guru di Mamasa, Tuntut Dana Sertifikasi Segerah di Bayarkan, Sekda Mamasa : Tuntutan tersebut Segerah di Bayarkan

Ratusan Guru di Mamasa, Tuntut Dana Sertifikasi Segerah di Bayarkan, Sekda Mamasa : Tuntutan tersebut Segerah di Bayarkan
Bagikan

METRORAKYAK.COM, MAMASA  – Ratusan tenaga guru di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) kembali turun kejalan berunjuk rasa, hingga geruduk kantor bupati mamasa.

Massa yang tergabung dalam forum guru bersatu tersebut melakukan unjuk rasa menuntut dana sertifikasi mereka yang meninggal Segerah dibayarkan.

Ratusan aksi guru-guru tersebut di bawah pimpinan koordinator kasi Ray Takketiboyong yang di mulai dari simpang 5 kota Mamasa kemudian mendatangi kantor bupati Mamasa, kamis (11/01/2024).

Orator Massa aksi secara bergantian dari mobil komando menyuarakan menuntut sertifikasi guru triwulan ketiga dan keempat tahun 2023 segerah dibayarkan.

Dimana sebanyak 50 guru di kabupaten Mamasa yang belum mendapat hak mereka di triwulan ketiga dan sebanyak 700 guru yang belum mendapat hak mereka di triwulan ke empat.

“Kami datang menuntut hak kami yang selama ini seakan diabaikan Pemda, dan sebenarnya kami sesalkan hal ini karna seharusnya hal hal seperti ini tidak perlu terjadi namun kami juga harus menuntut hak kami di mana selama ini kami telah menjalankan kewajiban kami selaku pendidik untuk anak-anak disekolah,”ungkap Ray saat dikonfirmasi wartawan metrorajyat.com.

Selain itu kata Ray, pihaknya juga menuntut tambahan penghasilan (tamsil) sejumlah guru di Kabupaten Mamassa, yang belum juga belum dibayarkan hingga hari ini.

Dikatakan bahwa, berdasarkan SP2D yang sudah diurus beberapa waktu lalu, dana tersebut mencapai sebanyak delapan miliar rupiah.

“Berdasarkan SPM yang keluar baru-baru ini jika jumlah Tamsil yang masuk sebanyak 8,6 miliar rupiah,” ujarnya

Untuk itu kata Ray, batas waktu yang kami diberikan kepada pihak Pemda mamasa hingga 15 Januari 2024.

Namun jika batas waktu tersebut pihaknya tidak dibayarkan, mereka akan melakukan mogok kerja dan akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak lagi.

“Bahkan kami akan mogok kalau tidak dibayarkan sesuai batas waktu,” pungkasnya.

Menaggapi hal itu, Sekretaris daerah (Sekda) Mamasa, Muhammad Syukur katakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pj Bupati Mamasa, Muhammad Zain terkait tuntutan massa aksi parah guru-guru tersebut.

Syukur mengatakan sesuai keputusan bersama Pj. Bupati Mamasa Muhammad Zain pihaknya akan segera membayarkan apa yang menjadi tuntutan dari guru – guru tersebut dan akan segerah melakukan proses pembayaran dan akan dilakukan secarah bertahap.

“DPA kita belum jadi maka kita akan berusaha dengan cara manual dulu yang penting tidak bertentangan dengan aturan yang ada,” ungkap Syukur.

Selain itu pihaknya bersama dengan Pj bupati Mamasa sesuai keputusan bersama akan mengutamakan hal-hal yang urgen akan diutamakan atau diselesaikan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Syukur menambahkan jika apa yang menjadi tuntutan guru-guru tersebut adalah hal yang wajar karna itu hak mereka dan harus segerah diselesaikan

“Hal itu wajar dan harus diakui jika Itu mutlak hak mereka yang ia perjuangkan dan harus segerah diselesaikan,”tandasnya.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.