Lorens Logam Soroti Dugaan Korupsi Ratusan Juta di Dinas PKO Mabar

Lorens Logam Soroti Dugaan Korupsi Ratusan Juta di Dinas PKO Mabar
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MABAR – Ketua Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN), Lorens Logam Soroti dugaan kasus korupsi pada dinas PKO Manggarai Barat tahun anggaran 2021 dalam proyek pembangunan konstruksi yang berlokasi di Bumi Perkemahan Pramuka Mbuhung, Desa Tiwu Nampar. Proyek senilai Rp 805.000.000 itu digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas di Bumi Perkemahan Pramuka Mbuhung.

“Kami sangat menyayangkan, gelontoran dana besar dari pemerintah untuk dukungan kegiatan pramuka justru disalahgunakan melalui praktik-praktik dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme seperti ini,” kata Ketua PKN Mabar di depan Kantor Kejari Mabar, Jumat 05 Januari 2023.

Ketua PKN itu menjelaskan kasus tersebut sangat menarik, proyek dipecah – pecah untuk meghindari lelang terbuka.

”Modus korupsinya sangat menarik, paket pekerjaan dibuat pecah – pecah, jadi anggarannya dibuat 200 juta kebawah untuk menghindari lelang sehingga metode yang dipakai yakni metode penunjukkan langsung ke perusahaan tertentu,” Jelas Lorens.

Selain ada dugaan niat untuk KKN, pemecahan paket proyek juga membuat pengadaan barang dan jasa tidak efsien. Sebab kata dia, setiap paket proyek ada komponen biaya honor untuk beberapa orang yang terlibat didalamnya.

“Ini anggaran kegiatan pembangunan disana kalau diakumulasi semua kurang lebih 1 Milyar, betapa borosnya pengeluaran. Mulai dari honorarium, penggunaan materai dan administrasi lainnya,” jelas Lorens.

Tidak hanya soroti soal modus korupsi, Lorens juga menyayangkan kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Lalu, di lapangan kami menemukan beberapa kondisi bangunannya sangat buruk, Spesifikasi material yang digunakan tidak sesuai standar mutu, maka perlu dipertanyakan perencanaan mutunya berapa tahun gitu selain itu Kami juga temukan MCK ada belasan ruang memang, yang anehnya tidak ada jaringan air bersih yang masuk kesana.

“Sangat lucu sekali? Maka itulah kami adukan para pihak dalam kasus ini,” Ujar Lorens

Adapun pihak yang kami laporkan diantaranya AA (PPK Dinas PKO tahun 2021), FJ (Direktur CV. Golo Kulu), YT (Direktur CV. Multi Talenta), PA (Direktur CV. Wae Dalit Indah) dan Direktur CV. Desakon.

Kepada media, Ketua PKN Lorens Logam menerangkan yang bertanggungjawab penuh dalam persoalan tersebut adalah Pengguna Anggaran (PA) dan rekanan pemerintah.

“Yang bertanggungjawab dalam kasus ini sudah pasti PPK/Pengguna Anggaran karena tugasnya sangat jelas yaitu melaksanakan kewenangan KPA untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara lalu disusul rekanan pemerintah,” tutupnya.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.