Dialog Publik “Siapa Anies” Diikuti Antusias Elemen Lintas Tokoh
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dialog publik “Siapa Anies?” yang digelar di Namira Cafe Jl Sempurna Medan, Kamis (14/12) diikuti antusias sejumlah perwakilan elemen masyarakat Sumatera Utara.
Hadir di antaranya tokoh masyarakat DR Sakhyan Asmara, mantan Walikota Medan Drs Rahudman Harahap, Ustad Margono, mantan Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Humbahas Dr Elisabeth Dame Manalu, Johanes Sitompul Wakil Ketua GAMKI Sumut, Direktur Eksekutif Masyarakat Lingkar Indonesia yang juga owner Aktual Media Drs Tua Abel Sirait, tokoh MKGR Sumut Yan Max SH, senioren GAMKI Eben Panggabean SE, Wakil Ketua PIKI Sumut Tonggo Pardede, Nito Siregar SH, Arif Tampubolon dan lainnya.
Rahudman Harahap menyebut dirinya sebagai mantan pamong memandang sosok Anies sebagai seorang administrator yang visioner, dibuktikan dengan kepemimpinannya semasa menjabat Gubernur DKI.
“Beliau memposisikan dirinya sebagai pemimpin bagi semua umat, golongan dan menempatkan hukum serta peraturan sebagai landasan bertindak.
Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang sudah teruji untuk membawa perubahan dan perbaikan bagi kita semua,” kata Rahudman Harahap.
Rahudman Harahap yang saat ini Caleg DPR RI Partai Nasdem nomor urut 4 Dapil Sumut 1, mengaku berbahagia dengan inisiasi PMPHI Sumut menggagas dialog “Siapa Anies?”
“Ini adalah bukti kecintaan Gandi Parapat dan masyarakat Sumut lintas suku, agama , profesi terhadap sosok Anies. Dialog ini mengungkap fakta siapa Anies sesungguhnya sekaligus menghilangkan citra negatifnya,” tegas Rahudman Harahap.
Ia juga meminta masyarakat Sumatera Utara untuk tetap menjaga ketenangan kondusifitas dan suasana aman saat masa kampanye hingga masa tenang dan pencoblosan 14 Februari 2024. “Apa pun perbedaan pilihan kita, jangan mau terpecah belah karena kita adalah satu saudara,” ungkapnya.
Sakhyan Asmara dalam testimoninya menyebut dirinya sudah mengenal Anies cukup lama ketika sama-sama menjadi aktivis di HMI. Figur Anies baginya adalah pemimpin amanah, sederhana dan jauh dari kesombongan serta arogansi.
Hal yang menarik dalam diskusi ketika tokoh MKGR Yan Max tampil dan menegaskan bahwa dirinya adalah pendukung Ganjar Pranowo dalam Pilpres mendatang.
“Kalah atau menang, saya Yan Max akan memilih Ganjar Mahfud. Tetapi saya di sini ikut bersaksi bahwa Anies adalah orang baik dan dengan sukarela ikut memberikan pencerahan tidak benar Anies sebagai sosok intoleran,” ucapnya.
Sementara itu Wakil Ketua GAMKI Sumut Johanes Sitompul dan Dr Elisabeth Dame Manalu menyebut secara perlahan image negatif Anies yang intoleran, kini sudah pupus termasuk di kalangan masyarakat kawasan Tapanuli.
“Dalam debat pertama Capres terungkap fakta bahwa Anies adalah gubernur DKI yang terbanyak mengeluarkan ijin pendirian rumah ibadah. Ijin pembangunan gereja yang sudah berlarut-larut tak bisa diselesaikan selama bertahun-tahun bisa diselesaikan dengan peran aktif Anies mengajak semua fihak berdialog,” tegasnya.
Sakhyan Asmara sdh kenal lama Anies sama
Dalam dialog yang berlangsung sekitar 2 jam, diinisiasi Kordinator Wilayah (Korwil) PMPHI (Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia) Drs Gandi Parapat akhirnya disimpulkan Anies Baswedan adalah seorang intelektual yang sangat toleran, menghargai perbedaan dan nasionalis sejati. Rekam jejaknya sebagai mantan rektor, Mentri Pendidikan dan Gubernur DKI Jakarta dinilai sebagai sebuah jejak pengabdian bagi bangsa dan negara yang tidak perlu diragukan lagi.
“Saya orang yang mengagumi Anies karena terbukti bisa menyelesaikan permasalahan pembangunan gereja di Jakarta. Setelah saya tau dia berbuat keadilan dan berdiri sama rata dengan semua golongan, saya memutuskan untuk mensosialisasikan bahwa Anies bukan orang yang perlu ditakuti. Bahkan saya menyuarakan Anies sosok yang tepat memimpin bangsa, meski saya tidak mengkampanyekannya,” ucapnya.
Gandi mengaku ketika di awal dirinya menyuarakan tentang hal positif Anies Baswedan, kerap dicibir oleh banyak kalangan khususnya dari kaum suku Batak dan Kristen .
Namun kini cibiran tersebut jauh berkurang bahkan tidak sedikit yang kemudian beralih mendukung Anies.
“Saya tegaskan bahwa Gandi Parapat bukanlah bagian dari tim pemenangan atau relawannya Anies Baswedan, sehingga saya tidak akan bersosialisasi untuk memilih Anies. Tetapi saya akan terus menyuarakan bahwa Anies adalah sosok yang baik, bukan seperti yang ada dalam pandangan kita sebelumnya, intoleran,” ucapnya.
Gandi Parapat mengucapkan terima kasih kepada elemen masyarakat yang ikut hadir membuat penilaian Positif kepada Anies. Ia menyatakan akan selalu memberikan informasi yang benar untuk menghilangkan rasa kebencian yang tidak tepat tentang Anies.(MR/red)
