Ini Langkat Bung, Musim Tanam Ke 2 Pupuk Bersubsidi Sulit Didapatkan Sekdis menjawab
METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Di masa tanam padi ke 2 para petani masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi,padahal pupuk diperlukan untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan tanaman pertanian.sebagai wujud program swasembada pangan yang digagas Pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI,
Kondisi itu dikeluhkan oleh para petani yang sedang melakukan penanaman padi di musim kedua tahun ini di wilayah Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara kepada Metrorakyat.com sa’at investigasi tentang sulit nya petani mendapatkan pupuk bersubsidi dibeberapa desa yang sedang melakukan masa tanam padi,selasa (21/11/2023).
Seperti yang dialami warga kecamatan Binjai sebut saja Zal (67) didampingi Elo(32) bukan nama sebenarnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan meminta indentitas nya untuk disembunyikan,merupakan anggota kelompok tani mengaku bahwa dirinya hanya mendapatkan pupuk urea 100 kg/ha dengan harga Rp 130.000/zak dengan harga satuannya mencapai Rp 2.600,-/kg seharusnya Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp 2.250/kg atau Rp 112.000/ zak,walaupun demikian kami tak masalah kan soal harga asalkan tidak sulit mendapatkannya.ucap zal
Dari penelusuran dari tim media dilapangan diketahui terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab petani sulit mendapat pupuk subsidi diantaranya :
– Tidak terdaftar dalam kelompok 0 karena lahan yang dimiliki merupakan warisan dari orang tua.
– Adanya pengalihan kepemilikan lahan seperti hibah, jual beli ,sewa dan lain-lain
– Terlambat menebus ke kios yang di tunjuk
– RDKK tidak up date
Kondisi inilah sebenarnya yang memicu warga sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, sehingga patut diduga kondisi ini dimanfa’atkan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompok ,secara jelas dan terang benderang praktek KKN dipertontonkan karena penyelesaiannya sangat sederhana yaitu pemindahan dan pengawasan.
Kadis Pertanian dan Ketahan Pangan Hendrik Tarigan S.PT, M.MA melalui Sekertaris Dinas Rizal Gunawan Gultom, AP, M.AP sa’at ditanya tentang :
Apakah penyaluran pupuk subsidi tidak sesuai dengan luas lahan pertanian dan Langkah apakah yang diambil Pemkab Langkat khusus nya Dinas pertanian dan Ketapang dalam mengantisipasi sulitnya petani untuk mendapatkan pupuk subsidi menjawab :
“,Soal penyaluran sudah sesuai dengan RDKK yang di ajuhkan, sedang untuk mengantisipasi terjadinya kesulitan para petani mendapatkan pupuk bersubsidi pihak sudah melakukan langkah – langkah penyuluhan dan perbaikan data secara terus menerus sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan.
Menyahuti tentang sulit nya para petani mendapatkan pupuk bersubsidi dirinya meminta semua pihak untuk bekerja sama memberikan informasi lokasi wilayah kecamatan dan kelompok tani yang merasa kesulitan karena kita akan kita data dan folow up secepatnya , lanjut Gumtom
Hal ini tentu nya berbanding terbalik di lapangan karena disana sini
aroma pembiaraan dan Kong kalikong begitu nyata, tanpa ada tindakan dari APH atau pun Dinas pertanian berkaitan langsung dengan program swasembada panggan (MR//yo)
