Dikonfirmasi Terkait Peruntukan dan Keberadaan Dana Rp 116 Juta, Nurmaulita Tetap Bungkam

Dikonfirmasi Terkait Peruntukan dan Keberadaan Dana Rp 116 Juta, Nurmaulita Tetap Bungkam
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Nurmaulita, SPd kepala sekolah SMKN 3 Pematang Siantar salah satu sekolah Pusat Keunggulan (PK) berstandar nasional lagi lagi bungkam alias diam seribu bahasa saat dirinya dikonfirmasi wartawan Metrorakyat.com, Senin (20/11/2023) sekira pukul 09.30 WIB terkait peruntukan dan keberadaan dana sebesar Rp 116 juta yang diduga diselewengkan pada pembangunan baru ruang praktek siswa (RPS) perhotelan di sekolahnya.

Foto: Sahala Manurung, SH.
Ketua DPP LSM LEPASKAN. (Metrorakyat.com)

Dimana berdasarkan laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) tahun 2021 pada pengelolaan hibah uang untuk pengembangan SMKN 3 Pematangsiantar. Yang digunakan untuk redesain dan pembangunan baru RPS (Ruang Praktek Siswa) perhotelan dan ditemukan material konstruksi yang dipertanggungjawabkan lebih besar dari kebutuhan material yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp116 juta lebih. Atau terdapat pembayaran sebesar 116 juta diluar senyatanya.

Atas hal tersebut, Sahala Manurung, SH Ketua DPP LSM LEPASKAN (Lembaga Pelaporam dan Kepelaporan Aset Negara) yang dimintai tanggapannya Selasa (21/11/2023) di Jalan Kartini Bawah Kota Pematang Siantar menilai sikap bungkam yang dipertontonkan oleh Nurmaulita, SPd, MPd menunjukkan dirinya sebagai seorang yang tidak mentaati UU nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sekaligus menunjukkan sikap angkuh dan sombong, ucapnya.

Lanjutnya, pendidikan dan gelar tinggi memang penting tapi adab dan akhlak lah yang terpenting. Atas temuan BPK tahun 2021 yang menunjukkan ada dana sebesar 116 juta tidak sesuai senyatanya atau kelebihan bayar menunjukkan adab Nurmaulita yang bobrok. Disitu tampak jelas Nurmaulita diduga dengan sengaja hendak menggelapkan uang pada pembangunan baru Ruang Praktek Siswa (RPS) perhotelan di sekolah yang dipimpinnya. Untung ada BPK. Kalau tidak yah kenyanglah dia,” tambah Sahala.

“Keangkuhan dan keburukan sikap dan adab Nurmaulita semakin ditambah dengan tidak maunya dia menjawab konfirmasi wartawan tentang peruntukan sekaligus keberadaan dana sebesar Rp 116 juta itu untuk apa saja dan dimana keberadaan dana itu sekarang,” sebutnya.

Sehingga kembali menimbulkan tanda tanya publik. Yang dengan sendirinya kembali menciptakan pendapat dan pandangan negatif dari publik kepada dirinya. Intinya, kalau kita bersih kenapa harus takut dan bungkam,” pungkas Sahala. (MR/MBPS/Red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.