Tak Jelas Anggaran Dari Mana, Diduga Pengerjaan Drainase Di Hoktong Plaju Asal Jadi
METRORAKYAT.COM, PALEMBANG – Diduga proyek drainase abal abal, tak jelas anggaran yang digunakan dari dana apa dan sepertinya dikerjakan asal jadi saja. Proyek drainase tersebut berlokasi dilorong Budiman dekat PT. Hoktong Rt 15 Kelurahan Bagus Kuning Kecamatan Plaju Kota Palembang Provinsi Sumsel.
Proyek pengerjaan drainase yang memakan badan jalan lorong tersebut tidak dipasang papan proyek, besi yang digunakan untuk tulang adalah besi ukuran 8 TTP bukan KS, anyaman besi tulang jarang, batu yang digunakan untuk ngeres kiri kanan bukan batu beronjong tapi batu bata dan ketebalan cor penutup drainase tidak sampai 10 cm.
Sulit diketahui secara detail berapa panjang, lebar serta kedalaman drainase tersebut dan dari pihak mana yang mengerjakannya. Kuat dugaan pihak PPK dari PUPR Kota Palembang sepertinya hanya duduk manis tanpak mengawasi secara langsung jalannya pembangunan proyek tersebut atau memang sengaja tutup mata, sementara pemborong hanya mempercayakan kepada Sigit untuk pengawasan proyek tersebut.
Dengan tidak adanya plang proyek , maka pihak pemborong telah jelas jelas mengabaikan Undang Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 12/ PRT/ M/ 2014 tentang Penyelenggaraan sistem drainase Perkotaan ( Pernen PU 12/2014)
Berdasarkan dari sumber yang didapat awak media dilapangan mengatakan, dari awal pengerjaan itu dimulai memang tidak ada Papan plang proyek dipasang.
“Karna papan plang proyek tidak ada, maka kami tidak tahu berapa besar Anggaran yang digunakan dan dari anggaran apa, termasuk bahan matrial jenis apa saja yang digunakan untuk pembangunan drainase itu, kami tidak tahu,” kata KP salah satu warga kepada awak media.
Diajuga menyampaikan, bahwa pemborong dari pekerjaan tersebut bernama DIo, tapi dirinya tidak tahu pasti yang mana orang bernama Dio tersebut.
“Saya tidak tahu yang mana orangnya yang bernama Dio, yang merupakan pemborong dari proyek drainase tersebut, dilokasi hanya ada orang kepercayaannya saja yang mengawasi para pekerja,” ucapnya.
Sementara itu, Dio Saat dihubungi awak media ini. Dio selaku pemborong dari proyek tersebut menganjurkan agar langsung temui saja kepercayaannya yang ada dilapangan.
“Kelokasi be kak, ado kak wong aku standbye dilokasi kak,” ujarnya melalui whatsaap nya. Kamis (14/09/2023)
Setelah sudah berada dilokasi tersebut, para awak media dibuat kecewa. Para pekerja mengatakan Sigit pengawas pulang makan.
“Lebih baik baleklah Pak, lamo nunggu Pak sigit datang, pacak jam 2 dio datang, dio balek makan,” kata pekerja dilokasi dengan mimik wajah yang tidak bersahabat.
Sebelumnya awak media ini juga telah mendatangi kantor PUPR Kota Palembang untuk konfirmasi dengan Davi selaku PPK dari proyek pekerjaan drainase, tapi yang bersangkutan tidak ada dikantornya. Ditanya berapa Nomor kontaknya, semua yang ditanya menjawab tidak tahu. (MR/YP007)
