Permata Nusantara dan LKMDI Lakukan Nota Kesepahaman Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu di Kabupaten Langkat
METRORAKYAT.COM, LANGKAT – Pergerakan Masyarakat Tani Nusantara (Permata Nusantara) dan Lembaga Kajian Masa Depan Indonesia (LKMDI) Melaksanakan Nota Kesepahaman dalam rangka pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu di Uncle Six Café Stabat (jum’at, 7 Juli 2023).
Heri Lesmana Surbakti, Pendiri Permata Nusantara menyampaikan Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) kita coba dari “arus bawah”, dari petani dan penggiat pertanian. KPT ini meliputi Kecamatan Secanggang, Wampu, Tanjung Pura dan Hinai dan kita beri nama SWATANI Langkat dan dipilihnya LKMDI sebagai mitra strategis merupakan langkah awal dalam pembangunan KPT swatani Langkat karena LKMDI telah berpengalaman dalam pembangunan kawasan terpadu dan kita ajak LKMDI untuk memberikan kajian guna peningkatan kesejahteraan petani khususnya pada Daerah Irigasi Wampu yang saat ini bendungannya masih dalam proses penyelesaian. Ini bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan nantinya akan bersinergi dengan Pemkab Langkat dan stake holder lainnya guna terwujudnya Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Swatani.
Melalui peran mereka, Nantinya LKMDI sebagai lembaga kajian diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berharga bagi KPT.Swatani Langkat. Kolaborasi Permata Nusantara, LKMDI, Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk memastikan tantangan dan potensi. Nantinya Kawasan Pertanian Terpadu Swatani Langkat berbasis Tanaman Padi dan Holtikultura.
“Targetnya, petani dikawasan ini akan dapat menanam padi 3 kali musim tanam dan 1 kali holtikultura dalam satu tahun,” ujar Heri.
Andi Junianto Barus, SH, MH, Direktur Eksekutif LKMDI mengatakan LKMDI dan permata nusantara diharapkan akan saling bahu-membahu untuk mewujudkan Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Swatani.
LKMDI akan berupaya menyediakan pengetahuan, analisis dan rekomendasi serta memastikan tantangan dan potensi bagi pembangunan kawasan pertanian terpadu Swatani Langkat serta merumuskan kebijakan dan praktik yang tepat dalam mewujudkan pertanian terpadu yang berkelanjutan. (MR/yo)
