OJK Terima Pengaduan Awal Januari Hingga Juni 2023, Sebanyak 4.496

OJK Terima Pengaduan Awal Januari Hingga Juni 2023, Sebanyak 4.496
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera bagian Utara (Sumbagut) menerima pengaduan sejak awal Januari hingga 30 Juni 2023, sebanyak 4.496 permintaan layanan dari masyarakat Sumatera Utara

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Bambang Mukti Riyadi lewat siaran persnya, Selasa (18/7/2023) seraya menambahkan “Permintaan layanan itu terdiri dari 3.562 pertanyaan, 444 permohonan informasi, dan 490 pengaduan.”

Dijelaskan dia lagi, dari pengaduan tersebut, sebanyak 177 merupakan pengaduan terkait perbankan, 143 merupakan pengaduan asuransi, 89 terkait dengan perusahaan pembiayaan, 73 terkait dengan fintech P2P lending (yang berizin yang terdaftar di OJK) dan sisanya merupakan layanan IKNB lainnya dan sektor pasar modal.

Pengaduan itu masuk melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), bahwa OJK terus mendorong penyelesaian pengaduan, baik berindikasi sengketa maupun tergolong indikasi pelanggaran.

Terkait pengaduan tersebut, terdapat 339 atau 70,41 persen yang terselesaikan penanganannya dan sebanyak 145 pengaduan atau 29,59 persen, sedang dalam proses penyelesaian.

Selama periode Januari hingga Juni 2023, OJK R5 Sumbagut telah melaksanakan 43 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 9.650 orang peserta di wilayah Sumatera Utara (Sumut) termasuk didalamnya adalah program OJK Visit.

Ini tentunya, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat dan dalam rangka meningkatkan literasi keuangan masyarakat, OJK R 5 menerima kunjungan instansi/lembaga pendidikan yang ingin memperluas wawasan bidang tugas dan fungsi OJK dan Sektor Jasa Keuangan.

Perkembangan TPAKD

Di sisi lain, OJK terus mendorong peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai forum koordinasi akselerasi perluasan akses keuangan regional untuk menunjang pemerataan literasi dan inklusi keuangan Sumut.

Untuk menggerakkan roda pembangunan serta mengembangkan keuangan inklusif di desa secara masif guna meningkatkan perekonomian masyarakat, TPAKD Sumut telah menetapkan 7 desa wisata dalam piloting program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).

Ketujuh desa wisata itu terdiri dari Desa Timbang Jaya di Langkat, Desa Lolo Golu di Nias Barat, Desa Sisarahili di  Nias Utara, Desa Budaya Lingga di Karo, Desa Karang Anyar di Simalungun, Desa Sidodadi Ramunia dan Desa Pematang Johar di Deli Serdang.

OJK bersama dengan TPAKD, pemerintah daerah, dan organisasi perangkat daerah terkait telah melaksanakan focus group discussion (FGD) di 7 desa wisata tersebut dalam upaya melakukan profiling demografi, kondisi keuangan, potensi wisata, fasilitas dan pelaku UMKM.

Program inkubasi desa wisata juga dilaksanakan untuk dapat secara intensif membantu Pemerintah Desa (Pemdes), UMKM, dan masyarakat setempat dalam mengembangkan kualitas dan meningkatkan akses pembiayaan desa wisata.

Hingga Juni 2023 dilakukan 4 program inkubasi di Desa Lolo Golu  Nias Barat, Desa Karang Anyar Simalungun, Desa Sidodadi Ramunia Deli Serdang, dan Desa Timbang Jaya Langkat .

Lanjutnya mengatakan, OJK, Pemerintah Desa, dan lembaga jasa keuangan terkait berkolaborasi untuk melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM setempat dalam hal packaging

Per Mei 2023, penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp300,48 triliun dengan pertumbuhan 2,21 persen yoy, ditopang oleh pertumbuhan simpanan Deposito sebesar 7,07 persen yoy. Struktur simpanan DPK terdiri dari 45,06 persen tabungan, 39,15 persen deposito, dan 15,79 persen giro.

Kualitas kredit perbankan tetap terjaga dalam level yang aman dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,89 persen (April 2023: 0,90 persen) dan NPL gross 2,56 persen (April 2023: 2,53 persen). Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 melanjutkan tren penurunan sebesar Rp39 miliar menjadi Rp10,23 triliun (April 2023: Rp10,62 triliun).

Likuiditas industri perbankan yang berkantor pusat di Sumatera Utara pada Mei 2023 dalam level yang memadai dengan rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) meningkat masing-masing sebesar 116,82 persen (April 2023: 112,54 persen) dan 23,96 persen (April 2023: 23,63 persen), jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen serta sangat memadai dalam mengantisipasi kebutuhan transaksional masyarakat.

Ketahanan permodalan juga berada dalam level yang solid tercermin dari rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) yang semakin kuat sebesar 28,16 persen (April 2023: 27,03 persen). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kecukupan modal perbankan tetap berada pada tingkat yang memadai dalam mengantisipasi risiko kerugian.

OJK terus menjaga ketahanan perbankan terhadap tekanan kondisi makro ekonomi, geopolitik, serta cyber-attack termasuk penguatan digital maturity & digital resiliency. Selain itu OJK meminta perbankan secara terus menerus memperkuat tata kelola, manajemen assets & liabilities serta anti-fraud system.

Perkembangan Pasar Modal

Selanjutnya, penghimpunan dana di Pasar Modal dari perusahaan yang ada di Sumut tercatat sebesar Rp2,51 triliun dari total sebanyak 10 perusahaan yang telah melakukan Initial Public Offering (IPO), 1 perusahaan yang menerbitkan obligasi, dan 5 usaha yang menjadi penerbit securities crowdfunding (SCF) yang merupakan salah satu alternatif pendanaan bagi UMKM yang potensial untuk dikembangkan di Sumatera Utara.

Dalam pipeline 5 tahun ke depan, terdapat 11 rencana IPO oleh perusahaan di Sumut. Selanjutnya hingga Mei 2023, SCF berhasil menghimpun dana sebesar Rp15,52 miliar yang berasal dari 3.641 investor.

Perkembangan investor pasar modal telah mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan kemajuan teknologi dan akses yang lebih mudah ke informasi keuangan. Hingga Mei 2023, tercatat sebanyak 506.529 single investor identification (SID) atau rekening investor di Sumut dengan pertumbuhan 25,56 persen yoy.

Dari segi instrumen investasi, reksadana merupakan instrumen investasi dengan jumlah investor terbanyak, yaitu 474.494 atau tumbuh sebesar 27,71 persen yoy,
Aktivitas perdagangan saham selama bulan Mei 2023 terpantau meningkat dibanding bulan sebelumnya, terlihat dari nilai transaksi saham sebesar Rp8,64 triliun, lebih tinggi dibanding April 2023 sebesar Rp5,14 triliun.

“Selama periode Januari s.d. Mei 2023, total nilai transaksi tercatat sebesar Rp62,38 triliun dengan rata-rata bulanan sebesar Rp7,22 triliun, menurun dibanding rata-rata bulanan tahun 2022 namun mulai meningkat dibanding periode bulan lalu (Januari s.d. Desember 2022 Rp12,17 triliun, sementara Januari s.d. April 2023 Rp6,86 triliun),” bebernya mengakhiri. (MR/156)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.