Sosialisasi Stunting dan Posbindu PTM, Salah Satu Sasaran Non Fisik TMMD 116 Kodim Deliserdang

Sosialisasi Stunting dan Posbindu PTM, Salah Satu Sasaran Non Fisik TMMD 116 Kodim Deliserdang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Salah satu sasaran kegiatan non fisik pada TMMD ke-116 Kodim 0204/Deliserdang di Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, adalah sosialisasi Pencegahan Stunting dan Posbindu PTM.

Kegiatan yang digelar di Aula Balai Desa Pergulaan Tengah, Kamis (18/5/2033), menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Pemkab Serdang Bedagai.

Dijelaskan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

“Permasalahan stunting ini terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun,” jelas pemateri dari Dinkes Pemkab Sergai.

Stunting sendiri sebenarnya merupakan keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Ada beberapa cara untuk mencegah Stunting pada Anak. Yakni memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan. Kemudian memantau perkembangan anak dan membawa ke Posyandu secara berkala. Mengkonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD), serta memberikan MPASI (Makanan Pengganti ASI) yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia di atas 6 bulan.

Posbindu PTM

Dalam kesempatan yang sama, juga digelar sosialisasi Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular).

Kegiatan posbindu yang dilakukan antara lain skrining faktor resiko penyakit tidak menular dengan melakukan timbang Berat Badan, mengukur Tinggi Badan, Lingkar perut, Pengukuran Tekanan Darah dan cek laboratorium sederhana yaitu Gula Darah.

“Posbindu PTM ini merupakan kegiatan pengendalian faktor risiko PTM melalui pemberdayaan masyarakat,” jelas pemateri.

Adapun tujuan utama kegiatan Posbindu PTM adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.

Oleh karena itu sasaran Posbindu PTM cukup luas mencakup semua masyarakat usia 15 tahun ke atas baik itu dengan kondisi sehat, masyarakat beresiko maupun warga lanjut usia.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.