Memalukan, Hotel Berbintang di Mabar Diduga Gunakan Air Tercemar Untuk Kebutuhan Tamu KTT ASEAN SUMMIT

Memalukan, Hotel Berbintang di Mabar Diduga Gunakan Air Tercemar Untuk Kebutuhan Tamu KTT ASEAN SUMMIT
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LABUAN BAJO – Hotel berbintang yakni Hotel Bintang Flores dan Hotel La Prima yang digunakan oleh Tamu KTT Asean Summit diduga mengunakan air tercemar yang bersumber dari kali air kemiri yang berlokasi di Kelurahan Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT.

Kris Molla, Kepala Operasional La Prima Hotel saat ditemui wartawan media ini pada Rabu 3 Mei 2023 menjelaskan, bahwa pengunaan air yang bersumber dari air kemiri itu sudah dilakukan sejak awal pembangunan hotel, sebagai sumber utama air bersih yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan operasional hotel khususnya menyangkut aktivitas mandi dan cuci. Sementara untuk minum menggunakan air bersumber dari PDAM.

“Untuk sumber mata air kemiri yang kami gunakan itu hanya pada saat debit air dari PDAM tidak mencukupi kebutuhan operasional kami,” terangnya.

Lalu Ketika ditanya terkait hasil uji kelayakan sumber air yang digunakan tersebut, Kris Molla mengarahkan awak media untuk menanyakan ke pihak Dinkes Mabar dan Kemenkes RI.

“Mereka (Dinkes dan Kemenkes) telah melakukan pengambilan sampel secara langsung di hotel kami pada hari Jumat 28 April 2023 yang lalu. Hasil uji layak tersebut menjadi kewenangan Kemenkes dan Dinkes,” ujarnya.

Disinggung soal data terkait kelayakan air yang bersumber dari air kemiri, Kepala operasional La Prima Hotel itu mengaku tidak memegang hasil uji lab sebagai landasan bahwa sumber air yang mereka gunakan benar-benar layak atau tidak layak di gunakan.

Sementara, Hotel Bintang Flores membeberkan hasil uji lab yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali kepada awak media dengan nomor sertifikat: 06353/LHU/Labkes/XII/2022 dengan rentang pengujian 30 Desember 2022 hingga 10 Januari 2023. Lokasi/titik sampling air sumur.

“Pak, kalau laporan semester 6 bulanan kita laporkan ke DLH Mabar. Jadi, hasil uji lab ada di DLH. Dinkes tidak punya laporan itu karena kita lapornya ke DLH sesuai aturan,” kata Kris.

Kris mengungkapkan, bahwa pihak Hotel mendapatkan ijin dari pemerintah propinsi NTT untuk memanfaatkan air dari sumber mata air kemiri.

“Kami juga sudah mendapatkan izin dari pemerintah provinsi, dan kami juga rutin membayar retribusi tersebut,” ungkap Kris.

Hingga berita ini dimuat, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Paul Mami, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mabar, Sebastianus Wantung, belum memberi keterangan, Media Ini datangi DLH namun belum bertemu lalu berupaya untuk konfirmasi melalui telpon dan pesan whatsapp namun belum juga merespon.

Dilansir dari pemberitaan Media harianjaraknews Dengan Judul: Hotel berbintang di Labuan Bajo diduga manfaatkan air tercemar. Minggu, 30 Apr 2023 02:52

Mata Air Kemiri

Di dalam lubang yang menyerupai sumur tersebut, tampak puluhan bahkan mungkin ratusan pipa terpasang, lalu disambungkan dengan mesin pemompa air yang berada di luar, guna mengalirkan air tersebut ke beberapa tempat termasuk ke empat hotel dan penginapan yang ada di Labuan Bajo, yakni hotel La prima, Bintang Flores, Pagi dan New Bajo Beach. Kedua hotel yang disebutkan di awal adalah hotel berbintang.

Untuk mendapatkan kepastian terkait hal ini, awak media pun mendatangi managemen dari hotel-hotel tersebut. Managemen hotel Pagi dan Bintang Flores mengakui bahwa sejak lama mereka telah menggunakan air dari Air Kemiri untuk macam-macam kebutuhan hotel, kecuali untuk diminum dan memasak.

“Sejak berdirinya hotel ini kami, sudah pakai itu air pak, untuk seluruh keperluan hotel, seperti mandi dan untuk bersih- bersih. Tapi untuk minum, masak dan cuci, tidak pakai itu air. Kami cucinya bukan di sini,” ujar Helmi, salah seorang staf hotel Pagi.

Hal senada juga dikatakan Arnol, staf hotel Bintang Flores, bahwa “sejak tahun 2008 air tersebut kami gunakan untuk macam-macam kebutuhan di hotel, kecuali untuk masak dan minum”.

Terkait jaminan akan kebersihan dari air yang digunakan tersebut, mengingat letak mata air yang langsung berada dalam badan sungai yang tercemar, Arnol berujar bahwa, “di situ kan ada filter air, dan setiap tahun dinas kesehatan selalu melakukan pengecekan”.

Suara dari ruang publik

Pemanfaatan air dari mata air sungai Air Kemiri oleh beberapa hotel memunculkan berbagai reaksi dari ruang publik.

Marsel Jeramun, wakil ketua DPRD Kab. Mabar angkat bicara. Saat diminta pendapatnya, kepada awak media ini beliau mengatakan, ” hal ini perlu segera ditanggapi serius oleh Pemerintah, mengingat dalam beberapa hari ke depan Asean summit akan diselenggarakan di Labuan Bajo. Kalau sampai ada tamu manca negara yang gatal-gatal atau mengalami iritasi karena mandi menggunakan air tersebut, tentu kita semua yang akan malu”, ujarnya.

Meskipun pihak hotel berdalih bahwa air yang digunakan telah melewati proses penyaringan, lanjut Marsel, “tetapi siapa yang bisa menjamin bahwa air tersebut benar- benar aman untuk digunakan tamu hotel. Oleh karena ini saya akan meminta Dinas Kesehatan untuk secepatnya melakukan inspeksi, baik di sumber mata air maupun di hotel.” tandas wakil ketua DPRD Mabar ini.

Lebih jauh, Marsel yang juga merupakan ketua DPD Pan Mabar, meminta kepada pihak hotel untuk menggunakan air yang disalurkan Oleh Perumda Wae Mbeliling.

“Sebaiknya pihak hotel manfaatkan air dari Perumda (Wae Mbeliling) saja, selain kebersihannya lebih terjamin, juga turut berkontribusi pada peningkat PAD mabar”, pinta Marsel.

Dari tempat berbeda, Jon Kadis, warga Labuan Bajo, meminta kepada Pemda untuk segera bertindak. “Pemda Mabar harus segera mengambil tindakan tegas. Larang mereka menggunakan air tersebut untuk kebutuhan hotel. Sungai itu (Air kemiri) pasti sudah tercemar. Bukan hanya limbah rumah tangga saja yang dibuang ke sungai tersebut, sampah plastik, bangkai hewan bahkan pembuangan dari kakus warga banyak yang disalurkan ke sungai tersebut”, ujarnya.

Jon Kadis yang juga berprofesi sebagai seorang Lawyer ini pun menambahkan, “Tidak mungkin mata air yang berada di dalam sungai itu tidak turut tercemar. Saya tidak yakin alat penyaring air yang digunakan pihak hotel akan mampu membunuh bakteri dan zat berbahaya lain yang ada”, imbuhnya.

Pemanfaatan air dari mata Air kemiri oleh beberapa hotel memang merisaukan banyak pihak, terutama dalam moment Asean summit ini. Kerisauan ini muncul karena satu alasan, yakni menjaga citra Labuan Bajo sebagai kota destinasi pariwisata super premium.(MR/Markus/Putra).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.