Diduga Penggunaan Dana Anggaran Tidak Jelas, Proyek Rehab Kantor Camat Tanjung Raja Mangkrak
METRORAKYAT.COM, OGAN ILIR– Diduga penggunaan dana anggaran tidak efektif dan tidak transparan, kualitas salah satu proyek di Kabupaten Ogan Ilir dipertanyakan, dimana proyek rehab Kantor Camat Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir menjadi sorotan warga setempat. Proyek tersebut diduga mangkrak dan terindikasi dikerjakan asal jadi.
Berdasarkan hasil investigasi tim dilapangan proyek yang harusnya sudah rampung namun sampai hari ini masih terdapat kaca-kaca yang rusak belum dilakukan perbaikan dan ada juga yang belum dipasang.
Ditemukan juga plang proyek hanya tergeletak di salah satu sudut kantor, tertera jelas bahwa pekerjaan tersebut dilakukan oleh CV. MATPAKAM dengan Nilai Rp.149.000.000, – Tahun Anggaran 2022. Volume 1 (Satu) Paket Paket dan tidak dijelaskan berapa lama waktu rehab Kantor camat tersebut.
Berdasarkan informasi yang didapat awak media ini, pemborong proyek ini adalah Muhammad alias Mamat yang juga saat ini sedang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Ulak Kerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel.
Berdasar dari sumber yang didapat awak media ini mengatakan, bahwa memang benar kondisi kantor camat Tanjung Raja tersebut belum selesai pengerjaannya dan diduga mangkrak baik dibagian depan maupun belakang gedung.
” Benar, memang ada beberapa kaca yang kami lihat sampai saat ini belum terpasang dan belum dibenari, padahal proyek itu sudah lama dikerjakan mulai dari tahun 2022, pengerjaan proyek tersebut sudah berjalan sekitar 7 bulan tapi sampai dengan sekarang belum juga selesai, ada apa sebenarnya yang menjadi kendalanys?” Kata Fran saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Sabtu (27/05).
Sambungnya, yang menjadi pertanyaannya apa saja yang direhab dengan anggaran sebesar 149 Juta itu, karena kantor camat tersebut hanya di cat saja ” tidak mungkin dengan dana 149 juta pengerjaannya cuma di Cat bae” ucapnya.
Sementara itu Lukman Ajis, S.Sos, M.Si selaku Camat Tanjung Raja Ogan Ilir enggan menanggapi permasalahan tersebut dan mengatakan agar mengkonfirmasi kepada pak Muhammad sebagai pemborongnya.
” Maaf masalah ini tolong tanya langsung dengan pak muhammad”, jawab Lukman singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemborong pembangunan rehab Kantor camat tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (MR/YOPI007)
