Tokoh Masyarakat di Aceh Dukung Mahfud MD Bongkar Kejanggalan Transaksi Rp349 triliun
METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Tokoh masyarakat Aceh Utara HM Yusuf Hasan salut dan bangga terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhutkam) Mahfud MD dalam membongkar transaksi janggal Rp349 triliun di Kementerian Keuangan, bahkan berani mempertanggungjawabkan pernyataannya di depan Komisi III DPR.
“Beliau ini berada di dalam sistem, namun berani membongkar dugaan korupsi di dalam tubuh pemerintahan itu sendiri. Dengan lantang, Pak Mahfud MD justru berteriak bahwa ada dugaan transaksi mencurigakan sebesar Rp349 triliun di Kementerian Keuangan,” kata HM Yusuf Hasan di Lhokseumawe, Selasa (26/4/2023).
Selain itu, HM Yusuf Hasan mengungkapkan bahaa Mahfud bertanggung jawab atas posisi yang diamanatkan Presiden Joko Widodo kepadanya.
Selain menjabat Menkopolhukam, Mahfud MD juga menjadi Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU.
“Beliau ada di posisi tersebut dan tak mau hanya makan gaji buta dan menikmati fasilitas. Beliau kerja, kerja, dan kerja,” ucapnya.
HM Yusuf Hasan memandang bahwa Indonesia sangat membutuhkan figur yang tidak terbelenggu dengan formalitas birokrasi atau terdikte oleh basa basi kekuasaan.
“Pak Mahfud berani berteriak, dan beliau juga berani mempertanggungjawabkan semua ucapannya. Termasuk di Gedung DPR kemarin. Siapa bilang tidak ada tekanan yang menghimpit dari kanan dan kiri? Saya yakin pasti ada,” ucapnya.
HM Yusuf Hasan berharap agar upaya yang dilakukan Mahfud MD dalam membongkar transaksi janggal tersebut mendapatkan dukungan dari DPR. Jangan sampai nantinya kasus ini malah memperburuk citra DPR di masyarakat.
“Kasus ini memang masih panjang. Tapi kehadiran sosok Pak Mahfud jelas memberikan sedikit harapan untuk kita semua. Ayo Pak Mahfud terus bongkar dugaan-dugaan korupsi di Indonesia, khususnya di Aceh,” ujarnya.
HM Yusuf Hasan juga menyebutkan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) semakin merajalela di Indonesia, termasuk di Kota Serambi Mekkah ini. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada aparatur penegak hukum agar menelusuri dugaan korupsi di kalangan pejabat di Aceh.
“Sangat disayangkan, Provinsi paling barat Indonesia ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun masih banyak warga yang miskin di daerah ini karena dinikmati oleh segelintir oknum penjabat korup,”sebutnya.
HM Yusuf Hasan juga meminta penjabat di Aceh, khususnya Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki untuk turun langsung ke tengah masyarakat agar dapat melihat kondisi Aceh saat ini.
“Pj Gubernur dan pejabat-pejabat di Aceh jangan hanya duduk manis di kursi empuk ber AC. Ayo lihat kondisi rakyatnya yang banyak kelaparan di atas melimpahkan sumber daya alam,” tutup HM Yusuf Hasan.(MR/red)
