Persiapan Jalan Salip Suci Jum’at Agung 2023, OMK Bari Gelar Bersih Lingkungan Gereja Lama di Bari

Persiapan Jalan Salip Suci Jum’at Agung 2023, OMK Bari Gelar Bersih Lingkungan Gereja Lama di Bari
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MABAR, NTT – Persiapan merayakan Hari Raya Paskah Jalan Salip Suci Jum’at Agung 2023 yang akan dilaksanakan besok, puluhan Orang Muda Katholik OMK Paroki St Martinus Bari menggelar kegiatan bakti sosial di Gereja Lama Paroki St Martinus Bari. Kamis, (06/04/2023).

Ketua OMK Bari, Yohanes Jalis menyampaikan kepada media ini bahwa giat bakti sosial atau pembersihan lingkungan di Gereja Lama ini dalam rangka Persiapan jalan Salib Jum’at Agung yang akan dilaksanakan besok dan titik star atau rute perjalanan jalan Salib dimulai dari Gereja Lama menuju ke Gereja Paroki St Martinus Bari dan OMK Bari diberikan tanggung jawab dalam proses jalan Salib Jum’at Agung.

Yon Jalis juga katakan bahwa OMK Bari sering kali lakukan pembersihan lingkungan di Gereja ini karna sebagai bentuk kepedulian OMK Bari terhadap lingkungan, apalagi tempat ini adalah salah satu tempat yang memiliki historis atau sejarah tersendiri. Gereja ini merupakan Gereja pertama bagi umat Katolik di Bari, Gereja ini didirikan sekitar puluhan tahun silam dan sekarang hanya tinggal bangunan tua yang tetap masih berdiri kokoh dan menjadi bangunan yang bersejarah bagi perkembangan umat Katolik di Bari.

Selain itu Gereja ini menjadi simbol kerukunan antar umat beragama di Bari, yang dimana Gereja ini berada ditengah-tengah permukiman umat atau saudara kita yang beragama Islam. Dulu dan juga sampai sekarang walaupun kita tinggal dan hidup berdampingan tetap rukun dan penuh kedamaian.

“Rasa kedamaian dan hidup toleransi antar umat beragama di Bari masih tetap kokoh seperti bangunan tua ini dan itulah yang menjadi keunikan tersendiri bagi kami di Bari” ujar Yon Jalis

Diketahui juga bahwa kegiatan pembersihan lingkungan ini sering kali kami lakukan bersama OMK dan seluruh umat pusat Paroki St Martinus Bari baik saat menjelang hari besar keagamaan seperti Hari Raya Paskah, Natal dan lainnya,”tutupnya

Diwaktu yang sama juga salah satu umat (Acim Rahmat) yang turut hadir dalam kegiatan itu menceritakan bahwa Gereja Lama ini pernah sekali terjadi sebuah penampakan Salip Suci tepat di atas Candi Gereja, kejadian itu terjadi sekitar tahun 1998 dan kejadian itu disaksikan oleh beberapa umat Katolik dan saudara kita umat Islam yang bermukim di sekitar Gereja ini.

Lalu dari peristiwa itu, kami sebagai umat terus menjaga bangunan Gereja dalam bentuk kegiatan yang kami lakukan saat ini yakni dengan bersih lingkungan baik didalam Gereja maupun diluar sekitar Gereja. Gereja ini memang tidak dipakai untuk beribadah lagi atau tidak dimanfaatkan akan tetapi soal kebersihan lingkungannya tetap harus dijaga dan harapan kami semoga pihak Keuskupan Ruteng dapat memperhatikan atau merenovasi bangunan Gereja Tua ini kiranya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya,” jelas Acim kepada media ini. (MR/Eras)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.