Ketua Umum Ikaljatim di Tanah Papua Sikapi Pernyataan Dari Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat
METRORAKYAT.COM, MANOKWARI – Ketua umum Ikatan Alumni Jawa Timur ( Ikaljatim )Tanah Papua Yohanis Momot, ST, MT menyikapi pernyataan dari Kepala perwakilan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Papua Barat mengenai isu bahwa ada ormas yang menjanjikan jabatan kepada ASN untuk mendapatkan jabatan di Pemprov Papua Barat.
Momot menyampaikan bahwa perlu dipertegas ormas yang dimaksud pihak Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat itu. “Apakah itu bukan ormas Ikaljatim di tanah Papua yang saya pimpin saat ini,”sebutnya.
Momot pun memohonbagar lebih di perjelaskan kepada Masyarakat, ormas mana yang di maksud oleh Ombudsman perwakilan Papua Barat, biar jangan saling curiga antara sesama ormas di Papua Barat.
Menurutnya, sebagai Ketua Umum Ikaljatim di tanah Papua diapun mengaku sudah mewarning dua minggu lalu. “Saya sudah sampaikan bahwa apabila ada anggota Ikajatim yang terlibat menjanjikan jabatan, saya minta yang dirugikan segera laporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian agar di proses hukum,”pintanya.
Dalam hal ini, selaku ketua umum Ikajatim di tanah Papua, Momot mendukung penuh proses hukum agar publik mengetahui bahwa Ikaljatim tidak ada relevansi dengan roling jabatan di Pemprov Papua Barat.
“Karena saya yakin untuk semua anggota Ikaljatim tidak ada yang berani mengambil resiko untuk menjanjikan jabatan di pemprov Papua Barat, karena sangsinya sangat besar,” jelasnya.
Tentang statemen yang disampaikan bahwa ada ormas yang hadir dan mempengaruhi jalannya pemerintahan, Momot membantah hal tersebut. “Sekali lagi saya sampaikan, mudah mudahan yang di maksud itu bukan dari Ikaljatim, tetapi kalau yang di maksud itu adalah Ikaljatim, saya sangat sayangkan pernyataan tersebut,”ujarnya.
Dia menambahkan, selaku ketua umum Ikaljatim dan sekaligus Plt kadis PUPR Papua Barat tidak ada pernah mempengaruhi jalannya pemerintahan.
“Saya dari kecil sekolah SMP besar di Manokwari, dan orang tua kami berjasa untuk pembangunan di Manokwari, jadi kami punya hak yang sama untuk membangun kota kita manokwari ini,”tegas Momot.
Momot juga meminta dukungan masyarakat agar sebagai anak negeri bisa bekerja membangun Papua Barat.
“Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa kami harap untuk bangun negeri kami.
jadi saya sampaikan tidak ada korelasi antara Ikaljatim dengan roda pemerintahan Papua Barat. Yang ada hanyalah kami sebagai Aparatur Sipil Negara yang bekerja dan berkarya demi pembangunan Papua Barat ke arah yang lebih maju dan bisa di banggakan oleh masyarakat,”tutupnya.(MR/red)
