Ketua MUI Sergai Minta Tutup Hiburan Malam Selama Bulan Ramadhan

Ketua MUI Sergai Minta Tutup Hiburan Malam Selama Bulan Ramadhan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Oleh sebab itu, kita sebagai umat Islam marilah perbanyak amal ibadah, baik siang maupun malam hari dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini.

Dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), menghimbau seluruh umat Islam, di bulan suci Ramadhan ini laksanakan ibadah puasa dengan banyak beribadah baik siang dan malam dengan melaksanakan sholat Tarawih, Witir, Tahajud, Tadarus Qur’an, Nuzul Qur’an, Safari Ramadhan, Berbuka Puasa Bersama, perbanyak Zikir, I’Tikaf dan berbuka puasa bersama, serta berdo’a untuk keselamatan agama, bangsa dan negara.

Himbauan itu disampaikan oleh Ketua Umum MUI Sergai Drs. H. Hasful Huznain, SH didampingi Sekretaris Umum H. Elmis, SH, Rabu (22/3/2023) saat silaturahmi dengan pengurus MUI Sergai di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.

“Untuk terciptanya saling menghargai dan menghormati antar sesama, dihimbau kepada seluruh masyarakat yang berpuasa untuk memuliakan bulan suci Ramadhan dengan tidak bebas mengkonsumsi makanan dan minuman di tempat umum,” katanya.

Selain itu, untuk memuliakan bulan suci Ramadhan sebut Hasful, kita minta Pemerintah dan Polres Sergai untuk menutup tempat – tempat yang berpotensi dijadikan sebagai lokasi maksiat, perjudian dan hiburan malam agar ditutup selama bulan suci Ramadhan.

Di bulan Ramadhan ini, mari kita pelihara kondusifitas, stabilitas dan ketertiban masyarakat serta kekhusyukan umat Islam menjalankan ibadah, maka itu umat Islam diharamkan untuk membakar petasan sesuai dengan Fatwa MUI Provinsi Sumut No. 3 tahun 2017.

“Nah, untuk mewujudkan Fatwa tersebut, diharapkan Polres Sergai untuk melakukan penertibannya,” ungkap Hasful.

Hasful juga menjelaskan, untuk menjaga ibadah puasa, maka MUI juga menghimbau para generasi muda, baik perempuan dan laki – laki untuk tidak melakukan asmara subuh. Sebab asmara subuh merupakan bisa nantinya dua berlainan jenis secara bebas berkumpul dan ini dapat merusak ibadah puasa. (MR/AS)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.