HUT PI Ke-86, Masyarakat dan Intelektual Maybrat Gelar Ibadah Di IKOWOK Kabupaten Maybrat

HUT PI Ke-86, Masyarakat dan Intelektual Maybrat Gelar Ibadah Di IKOWOK Kabupaten Maybrat
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MAYBRAT – Dalam rangka menyambut dan merayakan hari ulang tahun ke-86, Masyarakat dan Intelektual Kabupaten Maybrat gelar ibadah syukur di daerah tapak Injil Ikowok Selasa 17 Januari 2023

Turut hadir Asisten 1 Bidang Pemerintahan Dra.Yohana Iek, Ketua Klasis GKI Aitinyo Pdt.A.Y.Suhuat Latumahena,S.Th, Anggota DPRK Kabupaten Maybrat Drs Matheus Basna,M.Si, Anggota DPRK Kabupaten Maybrat Nehemia Isir,SE,M.Si, Anggota DPRK Kabupaten Maybrat, Anggota DPRK Kabupaten Maybrat Naftali Kambu,SH, Anggota DPRK Kabupaten Maybrat Sarteis Wanane, Cucu dari Bapak Raja Bowe Bosawer Yoram Bosawer,SE,M.Si, Intelektual dan Masyarakat Maybrat

Ikowok merupakan tempat pertama para penginjil Hamba Tuhan Yakobus Solisa dan Hamba Tuhan Johan Frans menginjak kaki di bumi A3 Maybrat untuk memberkati orang Maybrat pada tanggal 17 Januari 1937 dan di jemput oleh bapak raja Bowe Bosawer bersama masyarakat Aitinyo Raya tempo dulu

Ketua Klasis Aitinyo Pdt.A.Y.Suhuat Latumahena,S.Th, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dihari yang bersejarah ini kita patut naikan puji dan syukur kepada Tuhan karena kita di bumi Maybrat ini juga di perhitungkan Tuhan untuk menjadi orang-orang yang harus di selamatkan. 86 tahun pekabaran Injil di bumi Maybrat sudah menandakan bahwa sudah 86 tahun juga pemberitaan Injil terjadi di bumi Maybrat

Orang Maybrat merupakan orang pertama penerima Injil yaitu Yaksoro dan Aitinyo, sehingga Injil telah mengajarkan kita untuk mempersatukan bukan memperpecabelah, Injil adalah kabar sukacita sehingga kita harus hidup suka cita dari tahun 1937 sampai hari ini

Jangan kita persoalkan soal Perayan, jangan kita terus berdebat soal tempat tetapi marilah kita tanyakan pada diri kita bahwa orang tua kita yang dulu terima para penginjil ini kita anak cucu ini sekarang hidup seperti apa, apa iplementasi hidup kita 86 tahun ini. 86 tahun bukan usia yang mudah sehingga apa iplementasi terhadap Injil ini karena Injil hadir maka kehidupan manusia lama kita harus dibuang dan berganti menjadi manusia baru, ini beban bagi kehidupan kita orang Aitinyo Raya dan Maybrat

“Kita juga tidak bisa pungkiri bahwa orang Maybrat menjadi pemimpin dan menjadi manusia pembangun di berbagai tempat dan semua orang harus mengakui itu sehingga kita harus melihat Injil sebagai pemersatu kita karena jika kita tidak bersatu maka kita bisa menjadi penonton,”ajak Ketua Klasis.

Sementara itu Dra Yohana Iek Asisten 1 Bidang Pemerintahan menambahkan bahwa ini sejarah yang harus kita sebagai manusia melihat dalam kehidupan yang dibagi menjadi 3 fase yaitu kehidupan dulu kita sudah lewati, kehidupan sekarang yang kita lalui dan kehidupan yang akan datang

Orang tua kita dalam kehidupan dulu itu hidup bersuka cita tanpa paksan dan penggerakan tetapi Roh Kudus mendatangkan Hamba Tuhan untuk menyampaikan kabar suka cita dan memberkati bumi A3 Maybrat. Kita sebagai Generasi sekarang harus pahami bagimana kita berjalan lurus tanpa belok kiri dan kanan sesuai kata firman Tuhan, apa yang Tuhan tadi dan sediakan buat kita orang Maybrat ini.

Situs yang akan di bangun di Ikowok karena sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Mantan Ketua Sinode GKI ditanah Papua Hendrikus Yoku bersama Mantan Bupati kita maka itu merupakan titik awal sejarah bahwa bumi A3 Maybrat ini diberkati oleh Tuhan melalui Injil pertama kalinya di Ikowok kabupaten Maybrat.

“Kita harus mengikuti yang sudah di seminarkan di tahun 2014 bahwa pada tanggal 17 Januari kita harus melaksanakan ibadah syukur di Ikowok karena sebenarnya hanya satu tempat yang kita tau, kita tidak tau ada tempat lain lagi,”ujar Yohana

Kami selaku pemerintah akan mengupayakan untuk harus ditetapkan ada regulasi yang menetapkan tempat yang harus dilakukan Ibadah Syukur agar masyarakat bisa dapat mengetahui

“Kita juga selaku pemerintah akan tetap melihat bahwa Ikowok merupakan tempat tapak Injil sejarah masuk di bumi A3 sesuai star awal yang diseminarkan ditahun 2014 sehingga itu merupakan bagian sejarah yang harus kita mengangkat walaupun ada yang datang kita tetap jalan sesuai yang sudah ditetapkan,”bebernya Yohana.

Kedepannya kita tetap Melaksanakan sesuai tanggal yang ditentukan dan bertempat di Ikowok dengan melibatkan 8 dedominasi gereja yang ada sehingga panitia tetap melaksanakan karena ini bukan hal yang baru bagi kita.(MR/DEWA)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.