SPBU Sungai Lueng Kota Langsa Jual BBM Bercampur Air
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Kericuhan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jl Medan Banda Aceh, Gampong Sungai Lueng Kecamatan Langsa Timur Kota Langsa Provinsi Aceh. Puluhan kendaraan mogok setelah mengisi bahan bakar di SPBU itu. Setelah diteliti, ternyata bahan bakar jenis Pertamax itu bercampur air.
Peristiwa itu bermula dari sejumlah warga dengan mengendarai berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, membeli Pertamax di SPBU dengan nomor izin 14.244.433 tersebut. Setelah mengisi Pertamax baru beberapa meter kendaraan mendadak mogok. Mesin kendaraan tak mau hidup. Setelah diperiksa Partamax yang dibeli terlihat tercampur air.
Tidak terima dengan kejadian itu, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat milik warga langsung mendatangi pengelola SPBU untuk meminta pertanggungjawaban.
Syahril, salah satu konsumen di SPBU itu mengatakan, ia mengisi Pertamax di SPBU Gampong Sungai Lueng, sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah sepeda motor jenis matic miliknya terisi Pertamax, ternyata tak dapat dihidupkan kembali.
Syahrial bersama salah seorang rekannya mencoba menghidupkan motor dengan cara didorong. Namun, usaha itu tetap saja gagal. Bersamaan dengan Syahrial ternyata ada kendaraan lainnya yang menyusul, tak bisa dihidupkan setelah mengisi Pertamax di SPBU Sungai Lueng itu. “Selain merusak mesin motor, perjalanan saya jadi terhambat akibat Pertamax bercampur air dari SPBU ini,” sebut Syahrial, Senin (19/12/2022).
Hal senada diungkapkan Iwan (50) tahun, mengatakan, setelah mengisi Pertamax di SPBU Sungai Lueng, kendaraan sepeda motor miliknya mogok dan rusak, sehingga harus masuk bengkel. “Karena Pertamax bercampur air, kendaraan saya rusak dan sekarang di bengkel untuk diperbaiki.
“Saya cukup marah tadi dengan pihak SPBU Sungai Lueng, masak Pertamax yang diisi di Sepeda motor saya bercampur dengan air.,” ungkap Iwan.
Tidak hanya itu, kemarahan dirinya terhadap pihak SPBU tersebut, juga ia lampiaskan dengan mengeluarkan kata – kata pedas untuk pihak SPBU.
“Saya bilang ke mereka (pihak SPBU), kalian jual minyak atau jual air. Gara – gara Pertamax yang kalian jual bercampur air ini, sepeda motor saya mesinnya tidak bisa dihidupkan. Kalian harus bertanggungjawab untuk semua ini,” protes Iwan menceritakan kemarahannya itu.
Atas protes dirinya dan puluhan konsumen mengalami hal yang sama, lanjut Iwan, akhirnya pihak SPBU tersebut memperlihatkan tanggungjawabnya atas kejadian tersebut. Yakni memperbaiki puluhan kendaraan konsumen yang telah mengisi Pertamax bercampur air itu, ke bengkel sepeda motor yang berada Alue Pinang, Kecamatan Langsa Timur.
Senada dikatakan Sulastri (48) tahun, konsumen yang juga mengalami mesin sepeda motor “padam” setelah mengisi Pertamax bercampur air di SPBU itu, kepada wartawan disalah satu bengkel Alue Pinang, ikut menyampaikan memprotes atas terjadinya hal itu.
“Ini kek mana bang, masa habis ngisi minyak kok kereta mesinnya jadi nggak bisa hidup. Ini kereta saya nggak pernah bermasalah, walau isi minyak sedikit tetap lancar hidup mesinnya,” ungkap Sulastri menceritakan sikap protes kepada pihak SPBU tersebut.
Pengawas SPBU Sungai Lueng Fasilhusla, membenarkan atas kejadian tersebut akibat kesalahan. Tak ada unsur kesengajaan pencampuran BBM dengan air.
“Meski ini merupakan ketidak kesengajaan. Yang kami alami, namun kemi tetap bertanggung jawab terhadap konsumen yang telah merasa dirugikan,”katanya saat dikonfirmasi Metrorakyat.com, dini hari.(MR/DANTON)
