Proyek Kawasan Kota Lama Kesawan Tak Transparan dan Diduga Asal- Asalan, Busor Minta Stakeholder Turut Soroti
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Busor Siregar, Ketua Satgas AMPI Kota Medan yang juga Wakil Ketua DPP LSM PAKAR soroti proyek multi years pembangunan infrastruktur permukiman Kota Lama Kesawan, Medan.
Busor Siregar, mengatakan hasil investigasi yang dilakukan anggota divisi Investigasi LSM PAKAR, proyek PT Brantas Abipraya (Persero) yang mulai dikerjakan di persimpangan Jalan Palang Merah-Perniagaan tepatnya di depan Rumah Makan Garuda terkesan asal-asalan dan diduga tidak profesional.
“Kita boleh lihat ke lokasi pekerjaan mereka (PT BA) tidak ada satupun papan pengumuman pagu ( plang nama ) pengerjaan pembangunan infrastruktur permukiman kawasan Kota Lama Kesawan sumber dan jumlah anggarannya,” katanya, Kamis (1/12/2022) dikantornya, Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan
“Harusnya semua pekerjaan wajib mencantumkan informasi itu agar warga bisa mengawasi pekerjaan. Terlebih lagi pekerjaan itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bernilai miliaran dan Brantas Abipraya sebagai BUMN yang mengerjakannya hingga November 2023,” tambahnya.
Busor juga menambahkan, tidak adanya sosialisasi dari pihak PT BA kepada warga yang terdampak akibat proyek yang menyebabkan rumah makan dan pertokoan serta usaha kecil pedagang di sepanjang Jalan Perniagaan harus tutup akibat pekerjaan penggalian drainase yang lamanya berminggu-minggu. Bahkan informasi nya kantor kami Satgas AMPI Kota Medan juga terdampak, akan dilakukan penggalian didepan kantor kami, Kalau tidak ada sosialisasi,, tentu akan mengganggu aktivitas kami sebagai organisasi untuk melakukan kegiatan dikantor kami sendiri.
“ Kami sudah coba konfirmasi ke lokasi namun tidak satupun dari pekerja yang dilokasi mampu menjawab pertanyaan kami, Ketika kami minta dipanggil yang bertanggungjawab, tidak ada satupun yang datang dan mengaku sebagai penanggungjawab, Penggalian drainase yang seharusnya bisa dikerjakan tiga hingga empat hari mereka kerjakan berminggu-minggu. Pedagang dan warga yang berbelanja sangat terganggu dan kecewa. Belum lagi macet yang ditimbulkan saat pagi dan sore hari. Tidak ada satu pun petugas PT BA yang peduli pada kemacetan yang ditimbulkan. Petugas PT BA dan Dinas Perhubungan Medan hanya ada sesekali,” ujarnya.
Disambung lagi, akhirnya mereka meminta PT Brantas Abipraya melalui berita ini agar transparan dan profesional. “Kalau memakai uang negara pakailah dengan penuh tanggung jawab. Kami akan sampaikan hal ini kepada Stakeholder holder dalam hal ini, Pemko Medan dan DPRD Kota Medan dan juga kepada Kejaksaan dan kepada Menteri BUMN dan Menteri PUPR tentang temuan material dan jenis Precast U Drain yang digunakan, Yang kami duga tidak sesuai spesifikasi,” tuturnya.
Busor menambahkan, sebagai kontrol sosial dan kekuatan moral, pihaknya akan terus mengawal pembangunan infrastruktur ini yang bersumber dari uang negara.(MR/red)
