Pengawasan Lemah, Proyek Rehabilitasi Lapangan Olahraga SMAN 4 Langsa Selain Habis Kontrak Dikerjakan Asal Jadi

Pengawasan Lemah, Proyek Rehabilitasi Lapangan Olahraga SMAN 4 Langsa Selain Habis Kontrak Dikerjakan Asal Jadi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Minimnya pengawasan, proyek rehabilitasi lapangan olahraga terpadu SMA Negri 4 Kota Langsa yang terletak di Gampong Simpang Lhee Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Provinsi Aceh, terkesan asal jadi, Sabtu (17/12/2022).

Sementara proyek di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan Aceh itu masih tahap pengerjaan oleh CV Bintang Muda Perdana walau sudah mati kontrak, yang bersumber dari Anggaran APBA Provinsi Aceh tahun 2022 dengan nilai kontrak Rp. 188.700.000,

Menurut, salah seorang pekerja pada proyek tersebut yang ditemui dilokasi pekerjaan mengatakan, semenjak proyek ini dikerjakan, kami tidak kenal dengan pemborong atau kontraktor selaku pelaksana karena tidak pernah turun kemari,” ucapnya yang enggak menyebabkan namanya kepada media.

Parahnya lagi, proyek rehabilitasi lapangan olahraga terpadu SMA Negeri 4 Kota Langsa, selain sudah mati kontrak, seharusnya selesai tanggal 15 Desember 2022. Dalam pengerjaan nyapun diduga asal-asalan dan asal jadi, tidak memperhatikan kualitas.

Pasalnya, pengerjaan pengecoran lapangan dilakukan secara bertahap alias tidak dicor sekaligus. Selain itu, alat yang digunakan dalam pengerjaan tersebut diduga tidak maksimal.

Selaku warga setempat yang sangat paham dengan proyek, menyayangkan pekerjaan yang terkesan tidak memperhatikan kualitas tersebut. Menurutnya, pengecoran lapangan seperti itu idelanya dilakukan sekaligus, tidak boleh ditunda-tunda supaya sambungan campuran pengecoran dapat bersenyawa, dan hasilnya tidak retak dan pecah-pecah.

“Fakta yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik, bahkan proses pengerjaan sudah berlangsung beberapa hari dan sampai saat ini belum selesai, kalau proses pengerjaannya seperti itu khawatir hasil pengecoran nantinya dipastikan retak dan pecah, disebabkan karena sudah tidak menyatu lagi pengecoran kemarin dengan pengecoran hari ini, alias pengecoran yang kemarin sudah kering,” ungkapnya.

Belum lagi tambah warga setempat, dasar lantai pada lapangan olahraga tersebut tidak dikepak terlebih dahulu, sehingga penyatuan antara pengecoran lama dengan pengecoran baru tidak maksimal atau tidak saling mengikat.

“Lapangan olahraga harus mampu menahan beban hidup dari pergerakan para pemain serta aktivitas dari olahraga itu sendiri. Oleh karena itu, lapangan olahraga harus dirancang kuat, aman, dan menarik, apalagi ini digunakan untuk sarana pendidikan jangka panjang bagi Siswa siswi nantinya.

Sehingga kekuatan menjadi faktor yang perlu diperhatikan saat merancang lapangan olahraga. Konstruksi lantai yang kuat menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Jangan sampai, pemain yang sedang berlari di atas lapangan terjatuh dan cedera karena lantai yang bermasalah. Jika lantai tidak memiliki kualitas yang baik,” jelasnya.

Menurut informasi pada papan nama proyek yang di dipajang dilokasi, Nama Pekerjaan. Rehabilitasi Lapangan Olahraga Terpadu SMAN 4 Langsa. Nomor Kontrak. 146/01.31/SPK-FISIK-PL/2022. Nilai Kontrak. Rp.188.700.000, Pelaksana. CV. Bintang Muda Perdana. Pengawas. CV. Baiti Arcices. Sumber Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh. Dinas Pendidikan Aceh, Tanggal Selesai 15 Desember 2022.

Sampai berita ini di terbitkan sementara belum ada tanggapan yang resmi dari pihak yang bertanggung jawab, kontraktor selaku pelaksana proyek, Konsultan pengawas maupun dari pihak Dinas Pendidikan Aceh.(MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.