Pelaksanaan Reses Masa Sidang II Tahun 2022, Duma Terima Keluhan Warga Jalan Patula I Terkait Pohon, Banjir dan Jalan Berlobang

Pelaksanaan Reses Masa Sidang II Tahun 2022, Duma Terima Keluhan Warga Jalan Patula I Terkait Pohon, Banjir dan Jalan Berlobang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Warga Jalan Patula I Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru mengeluhkan banjir yang masih terjadi di lingkungan mereka. Terlebih saat ini dimana curah hujan tinggi. Banjir tidak terelakkan. Padahal ada banyak lokasi jalan yang sudah dilakukan pengorekan. Selain itu, warga juga mengeluhkan jalan berlobang terutama di Jalan S.Parman Gg.Sawo.

Hal ini terungkap saat pelaksanaan Reses Masa Sidang II Tahun 2022 yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, Minggu (11/12) di Jalan Patula I Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, tepatnya di Taman Petula 1.

Selain masalah banjir, warga pun mengeluhkan salah satu pohon tua besar dan sudah sangat mengganggu terletak di jalan Sriwijaya. Warga yang mengeluhkan yakni BI Inong yang sehari hari berjualan di lokasi tersebut. Dia meminta agar melalui wakil rakyat DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari bisa disampaikan ke dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan untuk dilakukan pemangkasan pada pohon.

“Pohon besar sudah tua dan akar sudah keluar ke parit, kami takut pohon tumbang. Tepatnya di depan sekolah Nasrani 1,”sebut ibu tersebut.

Lain lagi Anta Maulana Ginting. Pria ini mengeluhkan pembuangan air ke Jalan Iskandar Muda yang dangkal dan menyebabkan banjir.

Sementara itu, Ardiansyah Siregar, perwakilan dari Dinas PU Medan mendengar aspirasi warga Jalan Patula 1 ini mengatakan saat ini masih terus melakukan normalisasi parit dan perbaikan badan Jalan. Kondisi cuaca dimana hujan turun tidak menentu membuat banyak pekerjaan pengaspalan jalan menjadi terganggu. ” Semua lokasi yang bapak dan ibu sebutkan tadi sudah masuk program dan ada yang sudah tahap pengerjaan,”katanya.

Selain itu, sambung Ardiansyah, saat pengerjaan ada banyak permasalahan di temukan dilapangan apalagi ketika melakukan pengorekan yaitu adanya pipa gas dan pipa PDAM Tirtanadi.

“Ada lagi kita temukan parit yang sudah dangkal dan ketika hujan, air turun kejalan. Begitu juga temuan kami yang menjadi kendala, yakni sendimen parit yang sudah mendangkal,”sebut nya.

Perwakilan Dinas PU menghimbau lagi, agar ketika warga ada menemukan jalan rusak dan berlobang di lingkungan sekitar agar melaporkan ke kepala Lingkungan untuk diteruskan ke Lurah sampai ke Dinas PU Medan.

Dari Dinas Sosial, Ardian Putra menjelaskan ketika ada warga yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, sebaiknya dapat mencek nama di kantor lurah apakah telah terdaftar pada DTKS.

“Bantuan hilang atau pernah dapat dan hanya sekali. Syaratnya harus masuk terlebih dahulu ke Daftar Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS) yang mana prosesnya dilakukan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Data dari Muskel selanjutnya di musyawarahkan dan dibawa ke Dinas Sosial. Selanjutnya Dinas Sosial mengajukan daftar nama ke Kementerian Sosial Pusat. Dinas Sosial hanya bisa merekomendasikan,”ujarnya.

Dalam hal terdaftar di DTKS itu adalah melalui pusat yang mana datanya di terima dari dinas Sosial kabupaten dan Kota.

“Kami hanya sebagai fasilitator. Kalau ada kendala kami yang akan bantu dan mencek permasalahannya,”ujarnya lagi.

Dame Duma Sari Hutagalung pun berharap pelaksanaan Reses yang dilakukan dapat membuahkan hasil sesuai yang diharapkan oleh masyarakat.

“Kepada Bapak dan Ibu sekalian karena keterbatasan waktu agar kiranya dapat menuliskan keluhan dan aspirasi pada lembar aspirasi yang ada dibagikan oleh panitia acara tadi. Nanti kita akan masukkan satu persatu keluhan bapak dan ibu sekalian,”ujar Duma.

Acara pun diakhiri dengan foto bersama sambil penyerahan suvenir dari Dame Duma Sari Hutagalung kepada seluruh tamu dan undangan yang hadir.(MR/red)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.