6 Bulan Gaji Guru Kontrak Di Sorong Selatan Tak Dibayarkan, Kantor Dinas P dan P Sorong Selatan dipalang

6 Bulan Gaji Guru Kontrak Di Sorong Selatan Tak Dibayarkan, Kantor Dinas P dan P Sorong Selatan dipalang
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – 777 Guru kontrak di Sorong Selatan kembali melakukan aksi Pemalangan di depan kantor Dinas pendidikan Kabupaten Sorong Selatan dikarenakan gaji mereka tak terbayarkan selama 6 bulan.

Pemalangan tersebut berlangsung di depan kantor Dinas pendidikan kabupaten Sorong Selatan Senin, (12/12/2022).

Antonius Dahar,S.Pd Kordinator Aksi kepada media ini mengungkapkan bahwa aksi ini kami lakukan karena gaji kontrak kami selama 6 bulan belum dibayarkan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan kabupaten Sorong Selatan

Sesuai pertemuan kami dengan pemerintah Daerah bahwa gaji kami bisa dibayarkan setelah ulangan semester ganjil dilaksanakan sehingga sesuai perintah tersebut kami sudah melakukan ulangan semester ganjil bahkan kami sudah membagikan rapot kepada siswa/siswi namun gaji kami belum dibayarkan.

Lanjut” aksi Pemalangan ini kami bisa buka jika pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan segera mengambil langkah untuk membayarkan gaji kami 507 guru kontrak yang belum terbayarkan selama 2 triwulan/6 bulan.

“Selama pengabdian kami tidak pernah terbayarkan sampai kita harus melakukan aksi Pemalangan baru ada tanggapan, sehingga melalui kesempatan ini saya menekankan bahwa kami tidak bisa membuka Pemalangan ini sampai ada tanggapan,”sebutnya.

Sementara itu Bupati Samsudin Anggiluli,SE didepan tenaga guru honorer menyampaikan ucapan terimakasih kepada guru kontrak yang terus mendukung pemerintah melakukan aktivitas untuk mengajar anak-anak generasi.

Berkaitan dengan tenaga honorer yang ada, kita telah melakukan pertemuan pada bulan Oktober sudah menyepakati bahwa sesuai ketersediaan anggaran kita yang tidak mencukupi maka guru honorer yang ada sudah tidak boleh melakukan aktivitas mengajar sampai dengan tahun baru ada evaluasi.

Jumlah data honorer yang harus dibutuhkan oleh dinas pendidikan 370 namun setelah dilakukan evaluasi data honorer bertambah menjadi 777 sehingga kami tidak bisa melakukan pembayaran sampai pada tahun 2023.

“Tahun 2023 kita akan melakukan evaluasi sesuai kebutuhan dan akan dibukakan seleksi sehingga benar-benar yang masuk sebagai guru kontrak adalah guru yang berlatar belakang pendidikan sehingga mereka bisa dapat merubah generasi kita,”ujarnya. (MR/DEWA)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.