Guru Zaman Now, Tidak Cukup Hanya Mengajar Tapi Juga Harus Belajar

Guru Zaman Now, Tidak Cukup Hanya Mengajar Tapi Juga Harus Belajar

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Di era teknologi informasi sekarang, dimana semua informasi terkait apa pun bisa kita peroleh lewat internet telah mengubah pola pengajaran di sekolah. Dinana, guru yang selama ini memiliki tugas utama mengajar sekarang polanya telah berubah. Karena apa yang diajarkan guru hari ini bahannya sudah bisa kita peroleh di internet.

“Itu sebabnya, guru zaman now atau guru di zaman sekarang tidak cukup hanya mengajar tapi juga harus belajar agar tidak ketinggalan informasi terkini terkait pola pengajaran di era serba teknologi sekarang, ” kata Anggota DPRD Medan Drs. Wong Chun Sen, M. PdB, (foto) Jumat (25/11/2022) saat diminta komentatnya terkait Hari Guru Nasional.

Lebih lanjut Wong menyampaikan, guru yang jadi panutan dan menjadi role model bagi anak muridnya harus juga memiliki perilaku dan sikap yang terpuji. Karena, guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa menjadi sosok penting dalam mencetak generasi cerdas dan berkarakter.

“Pola ajar yang diterapkan guru dimasa lalu tidak bisa lagi diterapkan di era sekarang. Karena sudah beda zamannya. Anak-anak sekarang sudah lahir di era serba internet, maka guru juga harus ikut update informasi, lebih kreatif dengan tidak melupakan betapa pentingnya menanamkan etika, sopan santun, integritas, sikap dan pembangunan karakter, ” tandasnya.

Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan ini juga mengajak guru untuk lebih kreatif dalam menjalankan tugas mulianya agar peserta didik tidak mudah bosan dan tetap bersemangat dalam belajar.

“Selain sebagai guru, sosok seorang guru juga harus jadi teman atau sahabat bagi anak didiknya, mau mendengar dan merangkul anak muridnya agar tidak sampai terjerumus ke hal-hal yang merugikan dan membunuh karakternya untuk meraih impiannya, ” papar Wong yang juga Ketua Gemabudhi Sumut.

Dalam momen peringatan Hari Guru Nasional ini, tambah Wong sudah saatnya kita melakukan evaluasi terhadap diri kita sendiri. Tidak hanya guru, tapi kita semua apakah sudah menjadi guru yang baik bagi anak-anak kita. Kita harus prihatin dengan adanya perilaku anak-anak kita yang lebih memilih narkoba sebagai tempat pengaduannya atau ikut geng motor biar dianggap keren dan hebat.

“Kita harus mengubah perilaku buruk dan memutus mata rantai aksi kejahatan yang dilakukan pelajar di jalanan dengan melakukan evaluasi sudah sampai sejauh mana kita melakukan pengawasan terhadap anak-anak kita, ” pungkasnya.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.