Bupati Malang Senang Dengan Kinerja DPUBM Atas Selesainya Infrastruktur Jalan
METRORAKYAT.COM, MALANG – Kabupaten Malang berhasil dalam mengerjakan pembangunan dan pemeliharan jalan,Namun secara nyata pembangunan itu dapat dilihat dengan jelas, tidak hanya bisa dilihat dengan banyaknya perolehan penghargaan selama satu tahun terakhir.
Salah satunya ialah dibidang infrastruktur. Sejak mulai awal bulan Januari 2022 hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas PU Bina Marga (DPUBM) fokus dalam pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan jalan dan progresnya pun dapat terlihat sangat jelas, dimana jalan-jalan yang rusak telah banyak dibenahi.
Menurut Suwiknyo Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, “sejak awal tahun lalu, pihaknya sudah memfokuskan pengerjaan jalan. Terutama jalan-jalan di pedesaan, Selasa (29/11/2022).
Suwiknyo juga menjelaskan anggaran yang dimiliki memang tidak bisa mengcover seluruh pembangunan jalan di Kabupaten Malang. Terutama jalan-jalan yang tingkat kerusakannya sangat parah.
Tapi bukan berarti kami menyerah, “Pembanngunan infrastruktur itu pun akan dilanjutkan terus hingga selesai dengan maksimal.
Selain membangun infrastruktur di desa-desa, pemeliharaan dan peningkatan jalan juga akan kami lakukan di beberapa ruas jalan di Kabupaten Malang. Di antarannya adalah peningkatan dan pemeliharaan ruas Jalan Krebet – Gondanglegi, perbaikan di Jalan Tumpang-Pakis, dan perbaikan ruas Jalan Wagir – Wonosari. Tidak itu saja, pembangunan dan pemeliharaan jalan ini juga dilakukan di Jalan Desa Sidodadi Kecamatan Ngantang.
Bukan hanya itu, bidang pertanian juga mulaib tampak keberhasilannya. Menurut Bupati Malang Drs H.M Sanusi banyak produk pertanian dari Kabupaten Malang dikenal di luar Kabupaten Malang. Salah satunya Pisang Srimulyo Kecamatan Dampit dan Alpukat Pameling. Keberhasilan tersebut adalah pengembangan produk pertanian ini yang tak lepas dari adanya pendampingan pemerintah terhadap para petani.
“Selain mendapatkan penghargaan, kami juga berhasil menurunkan angka stunting menjadi 7.3 persen. Target nasional adalah 8.8 persen, tapi kami sudah mampu menekan hingga 7.3 persen,’’ jelas Sanusi.
Dia pun juga menambahkan tahun 2023 harus ada target kalau bisa mendatangkan zero stunting. “Perlahan tapi pasti. Kolaborasi yang terus dilakukan selama ini diharapkan mampu menekan angka stunting,’’ tutupnya (MR/DONA.PROJATI)
