Ikut Pendataan Regsosek, Wabup Ajak Warga Sergai Dukung Satu Data Indonesia
METRORAKYAT.COM, SERGAI – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP didampingi istri Ny. Aini Zetara Adlin Tambunan menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sergi Herman, SE, M.Si yang merupakan tim Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di kediamannya, jalan Pasar Baru Dusun XV Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Rabu (26/10/2022).
Respons positif disampaikan oleh Adlin Tambunan atas pelaksanaan Regsosek tahun 2022. Ia meminta kepada masyarakat Kabupaten Sergai untuk mendukung penuh pendataan yang dilaksanakan pihak BPS.
“Regsosek bertujuan untuk mewujudkan Satu Data Indonesia. Data yang diperoleh dari proses ini akan sangat berguna bagi pemerintah sebagai referensi dalam membuat dan menjalankan berbagai kebijakan yang tentunya berlandaskan pro rakyat,” ujar Wabup Sergai.
Wabup juga mengimbau agar masyarakat dapat memberikan data detail yang benar dan lengkap demi keakuratan data yang akan diolah oleh pihak BPS.
“Jawaban yang kita sampaikan harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Karena jawaban yang kita berikan akan sedikit banyak berpengaruh kepada kebijakan yang nantinya akan berdampak pula kepada diri kita sendiri sebagai masyarakat,” katanya.
Kepada para petugas Regsosek, Adlin Tambunan memberi semangat dan motivasi agar bekerja dengan serius dan cermat. Ia meminta, pelaksanaan pendataan dapat berjalan dengan standar prosedur yang jelas dan ketat agar prosesnya lancar.
“Mohon agar pertanyaan yang disampaikan ke masyarakat jelas dan mudah dipahami. Selain itu sikap yang santun serta kelengkapan data diri, seperti tanda pengenal sangat diperlukan supaya masyarakat tidak berprasangka dan mau terlibat Regsosek,” pesan Adlin.
Sementara itu Kepala BPS Sergai Herman, SE, M.Si menjelaskan, proses Regsosek akan berlangsung dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah verifikasi lewat koordinasi dengan pemerintah desa. Selanjutnya di tahap kedua, pihak BPS akan terjun ke lapangan untuk menghimpun data dari masyarakat.
Dikatakan Herman, program ini berjalan serentak secara nasional yang dimulai sejak 15 Oktober lalu dan selesai pada 14 November mendatang. Data yang dikumpulkan meliputi profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.
“Lewat Regsosek ini, diproyeksikan akan tercipta data tunggal kependudukan atau Satu Data Indonesia. Kalau data sudah terintegrasi, maka kebijakan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” terang Herman. (MR/AS)



