Diduga Proyek Pokir Anggota DPRA di SMA Negeri 5 Langsa Langgar UU
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Gara – gara tidak memiliki plang informasi atau papan nama, proyek pembangunan Kantin dalam lingkungan SMA Negeri 5 Kota Langsa, Jalan Kebun Baru Gampong Gedubang Aceh Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Provinsi Aceh menuai sorotan, Rabu (26/10/2022). Sorotan tersebut terjadi, lantaran tidak adanya pemasangan plang informasi pada proyek tersebut, diduga proyek siluman.
Menurut salah satu warga Gampong setempat meminta namanya tidak dipublis mengatakan proyek pembangunan kantin tersebut Pokir Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) itu, tidak memiliki plang informasi telah melanggar undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
“Proyek tanpa plang nama proyek, melanggar Peraturan Presiden dan Undang-Undang. Atau jangan-jangan proyek tersebut merupakan proyek siluman yang dianggarkan melalui Dana Pokir Dewan,” ungkapnya.
Kata Dia, plang informasi proyek bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan, dimulai sejak tender atau lelang proyek dilakukan termasuk tender proyek yang dilakukan di badan publik.
“Seharusnya ada papan proyek agar masyarakat tahu sumber anggarannya dari mana, besaran anggarannya berapa terus volumenya berapa. Kalau tidak ada papan proyeknya kayak gini masyarakat jadi tidak tahu,” jelasnya.
Pantauan awak media dilokasi proyek pikir dewan DPRA selain tidak memasang papan nama proyek, juga telah melanggar K3 para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Salah seorang pekerja yang enggan menyebabkan namanya itu saat dikonfirmasi mengatakan, kami tidak diberikan perlengkapan APD jadi bagaimana kami mau pakai, begitu jaga dengan papan nama proyek kami tidak tau,” uapnya.
Sementara, sampai berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan yang resmi dari pihak pelaksana proyek tersebut, karena tidak berada di tempat.(MR/DANTON)


