BI Sumut, Pertumbuhan Kredit Optimis Perkuat Ketahanan Ekonomi

BI Sumut, Pertumbuhan Kredit Optimis Perkuat Ketahanan Ekonomi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SUMUT – Kepala Kantor Perwakilan Bank Infonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi mengatakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan di Sumut optimisme untuk ketahanan perekonomian masyarakat. Di tengah masa Covid-19 yang sudah menurun saat ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Hal ini melihat dari prospek ekonomi Sumut akan lebih baik dari tahun lalu, karena di dukung pemerintah dan masyarakat yang makin tinggi, ditambah survei konsumen juga semakin baik, jelas Doddy Zulverdi dalam Bincang-bincang Media (BBM) secara virtual di Gedung Bank Indonesia, Rabu (26/10).

“Bahwa Ekonomi Indonesia secara khusus di Sumut cukup baik termasuk ketahanan ekonomi saat ini masih kuat dan tetal terjaga hingga saat ini”, ucapnya

Dengan kondisi ekonomi yang masih kuat serta didukung sektor pembiayaan. Maka penyaluran kredit perbankan yang tentunya mengalami peningkatan pada triwulan II 2022 dengan capaian 11,11% (yoy) atau lebih tinggi dari periode sebelumnya berada di kisaran 7,83%. Capaian tersebut yang didukung adanya peningkatan kredit koorporasi secara tahunan dengan pertumbuhan 7,7,% (yoy), menjadi 14,1% (yoy) di triwulan II 2022, hal ini seiring meningkatnya pertumbuhan kredit investasi pada masyarakat Sumut.

“Senada atas terjadinya kinerja kredit UMKM yang tumbuh sebesar 16,0 %(yoy) pada triwulan II 2022 yang memiliki risiko kredit terindikasi membaik. Kemudian disisi lain, kredit rumah tangga, terdapat indikasi perlambatan yang didorong oleh melambatnya KPR dan multiguna,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan Doddy Zulverdi, kalau melihat dari sisi komposisi, bahwa pertumbuhan kredit di Sumut merata dan kenaikan pertumbuhan kredit di koorporasi maupun UMKM. Bahkan UMKM tumbuh hingga 16% dari 14%. Sedangkan assesment Bank Indonesia pada pertumbuhan kredit mengalami peningkatan disebabkan adanya permintaan, namun dilihat dari NPL masih cukup terkendali. Dimana NPL masih di bawah 3%, yakni 2,46% pada triwulan III 2022. Ini sebagai alasan perbankan menyalurkan kredit, sehingga ekonomi tetap tumbuh di Indonesia.

“Sejalan dengan hal itu, juga sebagai upaya perbaikan kualitas kredit pada debitur akibat terdampak Pandemi Covid-19 maka pemerintah harus melakukan melalui restrukturisasi kredit yang tercatat telah melewati puncaknya dan berangsur melambat. Untuk itu sebagai pesan, kami optimis bahwa perekonomian Sumut dapat tumbuh tinggi seperti tahun sebelumnya,” ucapnya mengakhiri. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.