Warga Desa Sennah Keluhkan Jalan Lintas Propinsi yang Rusak Berat Dan Minta Segera Diperbaiki
METRORAKYAT.COM, LABUHANBATU – Kondisi Jalan Lintas Propinsi,tepatnya jalan lintas Aek Naraba – Pangkatan-Negerilama yang berada di Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan,Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, dikeluhkan warga sekitar dan pengendara karena semakin rusak berat dan banyaknya lubang pada badan jalan.
Pantauan Metrorakyat.com di lokasi, jalan lintas provinsi tersebut yang rusak berat dan tampak memiliki lubang besar terdapat di beberapa titik seperti di Dusun Kp.Beringin, Dusan Bombang Bidang dan Jalan Lintas didepan Indomaret. Selasa,(27/9/2022).
Jalan ini makin parah rusaknya kalau hujan lagi, suka tergenang air dan jadi jalan tambah hancur,”sebut Putra,(45),eorang pengendara sepeda motor di lokasi,Selasa, (27/9/2022).
“Dan Lewat sini tidak pernah tidak macet. Jalannya rusak, sempit, yang lewat juga truk-truk besar ya tambah hancur jalannya,” ujar Putra.
Menurut warga sekitar arus lalu lintas selaiu tersendat karena pengendara harus menahan laju kendaraannya saat melintasi jalan yang rusak tersebut dan dijalan yang rusak yang berada di Dusun Kp.Beringin,sudah pernah mobil damp truk mengakut tandan buah segar,(TBS )Kelapa sawit terbalik.
Dan akhir-akhir ini jalan lintas propinsi yang rusak tersebut juga menimbulkan banyak abu yang cukup membahayakan kesehatan warga sekitar akibat tingginya mobilisasi kendaraan yang melintas seperti mobil truk angkutan tandan Buah segar (TBS) yang tidak pakai jaring dan truk angkutan tanah timbun maupun angkutan truk tangki minyak mentah kelapa sawit atau (CPO).
“Kami warga sekitar meminta kepada Pemprov Sumatera Utara dan Pemerintah Labuhanbatu agar jalan lintas provinsi yang rusak segera diperbaki, karna menimbulkan banyak abu yang bisa membuat kami warga sekitar sakit paru-paru dan jalan ini bisa membahayakan mobil-mobil truk pengangkut Buah kepala sawait,”sebut warga sekitar,Firman Sinaga,(35), Selasa,(27/9/2022)
Dia juga menambahkan, jika turun hujan, maka jalan lintas ini akan berlumpur dan ketika kering maka akan menimbulkan debu sehingga mengganggu penglihatan para pengendara bermotor. “Bukan itu saja, debu dari jalan juga sampai ke dalam rumah warga yang dipinggir jalan sehingga kotor. ” Maka, kami berharap agar segera diperbaiki,”ungkapnya.(MR/Haposan Sinaga)
