Proyek Rehabilitasi Saluran Primer Matang Seulimeng Diduga Dikerjakan Asal Jadi
METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH -Pekerjaan Proyek Saluran Primer yang terletak di Gampong Matang Seulimeng Lueng Raja Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, Provinsi Aceh diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai Rencanaan Anggaran Belanja (RAB) bestek gambar.
Proyek rehabilitasi saluran primer yang bersumber dari dana DOKA Kota Langsa Tahun Anggaran 2022 ini diduga minim pengawasan dari Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa dan konsultan pengawas,, sehingga menjadikan pekerjaan yang kurang maksimal.
Proyek yang seyogyanya diperuntukkan mengairi areal pertambakan masyarakat di Gampong Matang Seulimeng Lueng Raja itu terkesan dilaksanakan Asal-asalan.
Warga setempat dan sejumlah pihak mulai menyoroti proyek rehabilitasi saluran primer tersebut. Selain menyayangkan adanya proyek dari Pemerintah Kota Langsa yang bernilai ratusan juta ini diduga dikerjakan asal jadi.
Masyarakat juga menyoroti proyek yang diduga tidak sesuai dengan kualitas bangunan. Selain memakai material jenis Batu, campuran semen dan pasir seperti tidak berbanding.
Pantauan awak Media di lapangan pada, Rabu (28/9/2022) waktu setempat, dalam Pengerjaan nya terlihat dalam penyusunan batu terdapat lubang-lubang tidak ditutupi dengan baik menggunakan semen kemudian adukan semen pun kebanyakan pasir dari pada semen, diduga selesai dibangun proyek rehabilitasi saluran tidak akan bertahan lama karena kualitas diragukan.
Salah seorang pekerja yang tidak diketahui namanya itu saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, bahwa susunan batu hanya diletakkan di atas pondasi saja bang,’ katanya.
Informasi yang dihimpun oleh media melalui papan nama proyek yang terpasang di lokasi, bahwa proyek rehabilitasi saluran primer Matang Seulimeng Lueng Raja diduga dikerjakan Asal-asalan itu dikerjakan oleh CV. Permata Bunda. Pengawas CV. Track Konsultan. Besarnya anggaran Rp.483.000.000 juta. Sumber Dana DOKA tahun 2022.
Sementara Nafi warga setempat berharap kepada penegak hukum tidak tinggal diam dengan adanya temuan di lapangan dan atas pemberitaan media online, segera tindak tegas adanya indikasi permainan penyelewengan uang negara,”tegasnya.
Hingga diterbitkannya berita ini oleh Redaksi MetroRakyat. Com, belum ada pihak Rekanan selaku pelaksana proyek rehabilitasi saluran primer Matang Seulimeng Lueng Raja dan PPTK Bidang Cipta Karya pada dinas PUPR begitu juga dengan Konsultan Pengawas, belum mendapatkan konfirmasi.(MR/DANTON)
