Proyek Pembangunan Saluran Kuburan Birem Puntong Diduga Tidak Sesuai Spek

Proyek Pembangunan Saluran Kuburan Birem Puntong Diduga Tidak Sesuai Spek
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Proyek pembangunan saluran primer kuburan Gampong Birem Puntong lanjutan dalam Wilayah Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, Provinsi Aceh, diduga pembangunan proyek tidak sesuai spek. Kamis (29/9/2022).

Ironisnya pekerjaan yang menelan anggaran Rp. 480.000.000 yang bersumber dari DOKA Kota Langsa. Diduga sangat buruk dalam pekerjaan proyek tersebut.

Sangat disayangkan lagi pekerjaan diduga dengan nilai kontrak puluhan juta tersebut, dalam pelaksanaanya proyek pembangunan saluran primer tersebut didasarnya ada memakai coran, akan tetapi masih terlihat besi dan tanahnya “hal ini apakah memang sudah sesuai juklak atau juknis yang ada dari dinas PUPR, hingga tidak perlu lagi adanya pengawasan dari pihak kontraktor juga dari pihak PUPR Kota Langsa dan apakah memang begitu dasar tanah masih terlihat bagaimana dengan ketebalan coran lantai nya.

Pantauan awak media dilokasi proyek pembangunan saluran primer lanjutan itu dikerjakan oleh CV. Tanoh Mirah. Diduga asal jadi dalam pekerjaan Asal-asalan tidak rapi pada plesteran dinding nya sungguh tidak elok di pandang mata.

Meka selaku PPTK Bidang Pengairan pada dinas PUPR Kota Langsa yang dikonfirmasi melalui telepon membenarkan coran lantai tipis masih terlihat tanah dan itu akan dilakukan pengecoran ulang kemudian itu masih tahap pengerjaan belum selesai.

Ditempat terpisah Nazar yang mengaku orang lapangan dari CV. Tanoh Mirah selaku pelaksana proyek tersebut, melalui telepon mengatakan hal yang sama, bahwa coran lantai bawah masih terlihat tanah maupun besi dan akan dilakukan coran ulang nantinya. ” Kan masih dalam pengerjaan belum selesai,” ungkapnya lewat telepon dengan mengajak untuk bertemu.

Esok harinya Jum’at (30/9/2022) Nazar menghubungi awak media ini lagi untuk minta ketemu, katanya mau menyampaikan amanah dari bosnya (kontraktor) yang berada di Banda Aceh.

“Tak lama kemudian terjadilah pertemuan di Jalan Jendral Ahmad Yani Nazar kembali mengatakan saya hanya orang kerja pengawas lapangan Bang, adapun pemilik proyek tersebut orang Banda Aceh. Kemudian Nazar langsung menyodorkan satu buah amplop kepada awak media katanya titipan dari bos (kontraktor), namun Wartawan media ini langsung menolak untuk menerima amplop yang berisikan uang itu.(MR/FAHRID)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.