Menerima BLT Tidak Sesuai, Oknum Kadus VIII Tanjung Morawa Diduga Perdaya Puluhan Ibu Ibu dan Janda

Menerima BLT Tidak Sesuai, Oknum Kadus VIII Tanjung Morawa Diduga Perdaya Puluhan Ibu Ibu dan Janda
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TANJUNG MORAWA – Diduga seorang oknum Kepala Dusun VIII Tanjung Morawa bernama Bayu memperdaya puluhan ibu-ibu dan janda berusia lanjut penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah yang diundang langsung secara lisan dan dikumpulkan di kantor Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (8/9/22).

Hal ini seperti pengakuan seorang Janda Ibu Rumah Tangga bernama Tina Siagian berusia 59thn kepada anaknya Dorti Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Dikatakan Dorti berdasarkan keterangan dari orangtuanya, awalnya, Kepala Dusun (Kadus) VIII, Bayu, mengunjungi mereka ( ibu-ibu dan janda-red) kerumah masing – masing dan mengatakan akan mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah sebesar Rp.600 ribu.

Sesampai di kantor Kepala Desa Wonosari, para ibu-ibu dan janda mendengarkan arahan dari Bayu selaku Kadus. ” Menurut pengakuan ibu saya, saat itu Kadus Bayu mengatakan bahwa ibu nya dan ibu lainnya akan mendapatkan BLT sebesar Rp.600 ribu namun yang akan diterima hanya Rp.300 ribu sisanya untuk diberikan kepada warga lain yang belum mendapatkan BLT dan untuk biaya administrasi lainnya. Mungkin karena senangnya mendapatkan uang bantuan tersebut, para ibu-ibu dan janda termasuk ibu saya yang polos tidak berpikir panjang dan menyetujui saja apa yang dikatakan oleh Kadus Bayu,” terang Dorti.

Akibat mendapat kabar bahwa BLT yang diterima ibunya tidak sesuai dengan yang dijanjikan dan saat dikonfirmasi, Kadus Bayu, mengatakan sudah atas persetujuan pihak penerima. Dorti yang bekerja sebagai staf di kantor DPRD Kota Medan di partai PDI Perjuangan Kota Medan inipun tidak terima dana BLT milik orangtuanya dipotong dan seperti dipermainkan.

Dorti mengaku dalam hal ini, baik ibunya dan puluhan ibu-ibu serta janda lainnya penerima BLT pemerintah tersebut sudah menjadi korban tipu daya Kadus Bayu.

” Saya yakin, Kepala Desa Wonosari pasti sudah mengetahui hal ini dan diduga diam. Padahal Kepala Desa saat ini sudah tiga periode. Maka itu saya berharap Kepala Desa Wonosari dapat menindak tegas oknum Kadus Bayu tersebut, karena sudah memanfaatkan kepolosan para ibu-ibu dan janda yang tidak mengerti apa-apa,”tegas Dorti Simanjuntak ini lagi.

Dikatakan Dorti bahwa pengakuan ibu nya, saat menerima uang BLT, Kadus mengajari para ibu-ibu dan janda penerima BLT, jika ada yang tanya agar mengatakan mereka menerima Rp.600 ribu padahal sebenarnya mereka hanya menerima Rp.300 ribu.

” Kenapa saya tahu ini, karena pihak Kadus ada menelepon saya baik via WA dan telpon memberitahukan jika orangtua saya ada mendapat BLT sebesar Rp.600 ribu. Namun saat orang tua saya sampai dirumah dengan polos dan jujur mengatakan mereka hanya diberikan uang BLT Rp 300 ribu perorang meskipun harus menandatangani menerima sebesar Rp.600 ribu,”terang Dorti.

Dorti pun berharap pihak Kadus dan Kepala Desa dapat transparan dalam menyalurkan bantuan langsung dari pemerintah agar dananya dapat benar-benar berguna dan bermanfaat bagi para penerima apalagi ditengah Pandemi Covid-19 yang belum usai sampai saat ini.

Terpisah, Kadus, Bayu saat di coba dihubungi awak media ke no ponsel dan WA nya yakni 0812 645****, untuk mengkonfirmasi laporan tersebut hingga berita ini ditayangkan terkesan belum menjawab.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.