KPw BI, Perekonomian Sumut Tertahan Akibat BBM Naik

KPw BI, Perekonomian Sumut Tertahan Akibat BBM Naik
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Untuk melihat perkembangan perkembangan perekonomian Sumatera Utara (Sumut), Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumut,  Doddy Zulverdi, mengutarakan bahwa laju inflasi masih tinggi disetiap negara maju maupun berkembang, termasuk di Indonesia.

“Oleh karena itu, BI telah melakukan kerjasama para stokcholder guna menekan inflasi di Sumut. Hal itu juga termasuk di beberapa inisiatif sudah di jalankan, dan yang searah dari BI untuk mengatasi Inflasi,” ucap Doddy Zulverdi didampingi Deputi Direktur Kepala, Ibrahim, dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di hadapan wartawan di lantai III gedung KPw BI Sumut, Jum’at (30/9/2022), Medan.

Sedangkan stresasi dan inflasi lanjut Doddy, sudah termasuk ketidak pastikan dipasar keuangan, dan juga merupakan resiko pertumbuhan global.
“Hal ini akibat kondisi perang Rusia-Ukraina yang masih terus berlanjut yang berakibat efek gangguan distribusi, sehingga inflasi dunia masih terjadi hingga kini,” bebernya.

Ditambahkan dia, secara Nasional bahwa data pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. “Termasuk di wilayah Sumut, dimana ekonomi mengalami penguatan. Oleh karenanya perlu koordinasi bersama pemerintah daerah,” cetusnya.

Lebih lanjut disampaikan Doddy Zulverdi, hingga saat ini pertumbuhan ekonomi pada negara berkembang telah mengalami kelambatan pertumbuhan ekonomi serta industri. “Namun trend positifnya, diamana negara ASEAN , termasuk Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi, walaupun sedikit melambat,” pungkasnya.

Menurutnya, sejauh ini perkiraan sampai pada akhir tahun ini trend ekonomi Indonesia masih kuat. Termasuk dari sisi pertumbuhan Nasional, maupun Sumut yang berpotensi ternodai akibat inflasi. Akan tetapi perekonomian Sumut masih tetap berlanjut, asalkan aktifitas dan mobilitas konsumen terus berlanjut,” pintanya.

Sementar perkembangan ekonomi Sumut, atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sedikit mengalami kelambatan. “Dampak kenaikkan BBM tahun ini, Namun, terdampak kenaikan BBM pada tahun sebelumnya. Hal ini juga berdasarkan data yang kita punya, beberapa bahan pokok di Sumut juga mengalami penurunan harga,” tuturnya.

BI juga terus melakukan dan mendorong seluruh Kabupaten/Kota di Sumut, akan memperomosikan potensi UMKM daerah melalui Digitalisasi dan Globalisasi. “Baik itu potensi Pariwisata, Kopi, Craft dan Fashion menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” harapnya.

Selain itu, tambah Doddy, BI juga berharap agar rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Sumut terus mengunakan QRIS untuk semua transaksi pembayaran.

“Saat ini pengguna baru QRIS di Sumut sudah berjumlah 683 ribu orang, hampir 70 persen penggunaan QRIS. Kita optimis sisa 4 bulan ditahun 2022, target 100 persen akan tercapai,” imbuhnya. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.