Kapolres Pematang Siantar Pimpin Pengamanan Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM Berlangsung Aman
METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Pengamanan (Pam) unjuk rasa (Unras) yang dipimpin langsung Kapolres Pematang Siantar AKBP Fernando, SH, SIK di depan Kantor DPRD Kota Pematang Siantar berlangsung aman dan kondusif, Kamis (08/9/2022) pada pukul 10.00 WIB.
Dalam Pam itu Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Ismawansa SIK, MH dan Wadir Krimum Polda Sumut AKBP Alamsyah P Hasibuan SIK, MH selaku Pamatwil Siantar, Para Kabag, Kasat, Kasi. Personil BKO Brimob, Personil Polres Pematang Siantar, Personil BKO Polres Simalungun dan Personil Satpol PP Kota Pematang Siantar.
Kemudiaan masa demontrans diterima Wali Kota Siantar dr. Susanti Dewayani Sp.A, Kajari Kota Siantar Jurist Precisely SH, MH, Ketua DPRD Kota Siantar Timbul M Lingga, SH, para anggota DPRD Siantar, Dandim 0207/SML Letkol Inf Handrianus Yosse Suherman, S.SI PEM,M.HAN.
Aksi Unras itu dilaksanakan puluhan Massa mahasiswa / i Universitas HKBP Nomensen yang melaksanakan titik kumpul Jalan Sangnawaluh Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur dan melanjutkan berjalan Long Mars menuju Kantor DPRD Kota Pematang Siantar dengan Korlap aksi Tony Simanjorang dengan dikawal Kapolsek Siantar Timur.
Massa pengunjuk rasa dari Kelompok Gerakan Mahasiswa dan masyarakat Siantar yang berkumpul di Universitas Simalungun (USI) Jalan SM Raja Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar berkumpul di halaman kampus dengan jumlah massa sekitar 100 orang dengan korlap Dofasep Hatahean yang dikawal Kapolsek Siantar Martoba.
Serta Massa Cipayung Plus melaksanakan titik kumpul di Taman Makam Pahlawan. Aksi dilanjukan Long March dan berhenti di Pasar Horas Jalan Sutomo untuk menyampaikan inspirasinya kepada masyarakat dan para pedagang. Lalu massa Cipayung Plus melanjutkan perjalanan ke Polres Pematang Siantar melakukan kegiatan tabur bunga dan menyampaikan tuntutan atas kejadian aksi tanggal 05 September 2022 yang dikawal Wakapolres Pematangsiantar.
Massa Mahasiswa AMIK Tunas Bangsa bergabung dengan massa Mahasiswa USI yang istirahat dan duduk dibadan Jalan Jalan Sudirman Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat kemudian kedua kelompok mahasiswa itu Long march menuju Jalan Merdeka dengan jumlah massa berkisar 185 orang sambil melakukan orasi menolak kenaikan harga BBM yang dikawal oleh Polres Pematang Siantar.
Secara keseluruhan kelompok pengunjuk rasa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus dan Gerakan Mahasiswa Pematang Siantar bersama masyarakat sampai di depan Gedung DPRD Kota Pematang Siantar disambut Forkompinda kota Pematang Siantar kemudian massa melakukan Orasi secara bergantian di depan Kantor DPRD Kota Pematang Siantar.
Ratusan mahasiswa itu melakukan orasi didepan gerbang Kantor DPRD yang dipimpin Korlap dan orator menyampaikan orasi secara bergantian dengan tuntutan Tolak Kenaikan Harga BBM dan penolakan tindakan refressif pihak Kepolisian, Kemudian meminta pihak Forkompinda Kota Pematang Siantar membuat Surat pernyataan Tertulis oleh Forkompinda Kota Pematang Siantar tentang Penolakan kenaikan Harga BBM dan Menolak tindakan Refressif Kepolisian.
Forkopimda menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM saat ini adalah merupakan kebijakan Pemerintah secara Nasional, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa karena menyampaikan aspirasi secara damai, Pemerintah menyiapkan dana 2 % dari dana transport umum yang disalurkan dari kantor pusat melalui kantor Pos dan akan terus berlanjut sampai selesai. Mengakui ketidak Profesionalan yang dilakukan oleh personil Polres Pematang Siantar yaitu tindakan Refressif dan Kapolres langsung meminta maaf yang sebesarnya kepada mahasiswa dan Cipayung Plus atas tindakan Refressif yang dilakukan.
Kurang puasnya menerima tanggpan Forkopimda, Kelompok Aksi Cipayung Plus melakukan Pembakaran ban di jln Umum depan kantor DPRD Kota Pematang Siantar dan Kembali ke tempat yang mereka tentukan untuk melakukan evaluasi Unras dan Akan Kembali Melakukan Aksi kembali dalam Waktu dekat berhubung hasil dari aspirasi mereka belum sesuai dengan yang mereka harapkan
Atas jawaban yang disampaikan oleh Forkompinda dan DPRD Kota Pematang Siantar tersebut, Mahasiswa USI bersama masyarakat belum menerima dan harus menanda tangani selebaran yang dibuat mahasiswa tentang menolak kenaikan harga BBM.
Dari tuntutan mahasiswa tersebut, Forkompinda Kota Pematang Siantar telah menyampaikan tanggapan dan saat itu tetap juga mahasiswa tidak menerima tanggapan dan diharapkan Forkompinda menanda tangani surat pernyataan yang dibuat oleh Mahasiswa, dengan belum adanya persepsi kesepakatan, maka pihak DPRD Kota Pematang Siantar menyampaikan opsi agar DPRD Kota Pematang Siantar yang menyurati Presiden RI sekaligus membacakan konsepnya dan apabila setuju lalu ditanda tangani oleh DPRD Kota Pematang Siantar.
Kegiatan unras selesai dan kelompok Mahasiswa USI bersama Masyarakat dan Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen setelah menerima surat penyampaian aspirasi aksi meninggalkan lokasi dan kembali ke Kampus dengan diantarkan menggunakan Truk Ton Dalmas Sat Sabhara Polres Pematang Siantar.
Dalam arahannya Kapolres Pematangsiantar dan Pamatwil menyampaikan ucapan terima kasih kepada kita semua dalam pelaksanaan pengamanan yang dimulai dari pagi sampai sore dapat berjalan dengan aman dan baik, tidak terpancing atas orasi tersebut. Ke depan dalam pengamanan tetap sesuai SOP.
Untuk intelijen agar kiranya lebih jelas lagi, dimana ada anggota menggunakan almmamater USI agar dievaluasi kedepannya dan terimakasih responsif kita dalam mengawal unras, dalam pembakaran ban tadi tidak ada yang membahayakan. Mari kita sikapi, untuk itu diucapkan terimakasih atas kinerja kita hari ini, semoga kedepan kita dapat melaksanakan sistim seperti ini.
Kita di sini harus mengubah pola pikir dalam menyampaikan orasi itu halal dan itu dilindungi. Mereka itu saudara kita bukan lawan, tugas kita hanya mengawal dan melindungi apapun itu yang disampaikan, dan ucapan terima kasih kepada Kapolres dan Forkopimda yang telah cepat tanggap dalam menghadapi unras, dalam penyampaian orasi agar diperbanyak dan untuk lain kali agar yang berpakaian preman diperbanyak.
Pada Kesempatan itu kapolres menyampaikan di tengah berlangsungnya unras tersebut, tiba-tiba salah seorang mahasiswi demontrans pingsan. Mengetahui itu sejumlah Polwan Polres Pematang Siantar gerak cepat dan langsung menolong dengan mengangkat ke mobil ambulance yang standby sejak aksi unras berlangsung. Dan menurut petugas Dokpol, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dofasep Hutahean, pimpinan aksi mengatakan, korban diduga kelelahan ketika mengikuti aksi unjuk rasa. “Bukan karena belum makan aja ya, campurlah semua ya karena lelah dan capek. Karena cuaca agak panas saat aksi berlangsung”, sebutnya.
Para Polwan juga memberikan permen dan air mineral Aqua kepada mahasiswa yang melaksanakn demo dan setelah selesai demo personil polres Pematang Siantar telah mengantar pulang para aksi dari gabungan USI dan HKBP Nomensen ke titik kumpul dengan menggunakan truck polisi. (MR/MBPS/Rel)
