20 Tahun Otsus Hadir Tapi Masih Ada OAP Hidup Menderita Di Atas Tanah Papua
METRORAKYAT.COM, PAPUA BARAT– Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat mengunjungi sejumlah anak OAP yang tidak Sekolah dan 22 Tahun tidak ada aliran Listrik di Dusun Mihij, Prafi, Manokwari Papua Barat.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DAP Wilayah III Doberai atasnama Masyarakat Adat Papua di wilayah Doberay/Papua Barat merasa sangat Prihatin dengan kondisi Masyarakat Adat di Dusun Mihij, Kampung Desay, Distrik Prafi Kabupaten Manokwari hidup dalam kesusahan di atas tanah nya sendiri.
Keprihatinan kami karena sejak Otsus Papua diberlakukan sejak Tahun 2001 sampai dengan saat ini sudah mencapai 20-an Tahun. namun, masih saja ada Anak-anak Generasi muda Orang Asli Papua ( OAP) yang tidak bisa mengenyam pendidikan di PAUD, sekolah dasar Maupun Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP) hal ini karena tidak ada fasilitas umum yang dapat digunakan sebagai tempat dan penunjang keseharian Masyarakat Adat disana.
“Di Dususun Mihij, Kampung Desay Distrik Prafi Kabupaten Manokwari ini dihuni oleh Masyarakat Adat Papua dari Suku Besar Arfak. Keprihatinan kami karena generasi muda Orang Asli Papua ini apabila tidak disentuh dengan pendidikan, maka bagaimana kehidupan mereka kedepannya?”tanya Manawir.
Lanjut”Dewan Adat Wilayah III Doberay Papua Barat sebagai Rumah Besar Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat turun dan melihat langsung kondisi hidup Masyarakat Adat Papua disana yang sehari-hari seperti itu, maka kami akan meminta pemerintah khususnya pemerintah dan DPRD Kabupaten Manokwari untuk segera menjawab kebutuhan masyarakat setempat menggunakan Dana Otsus karena itu uang milik mereka.
“Karena kehidupan mereka 1 rumah di isi oleh 4-5 Kepala Rumah tangga dan kondisi rumah tersebut di malam hari hanya di terangi pelita sehingga ini menjadi pukulan kelak dimanakah keberhasilan Otsus di tanah Papua selama 20 tahun,” tegas Manawir.(MR/DEWA).
