Persoalan Drainase Tumpat di Jalan Penampungan 1 dan 2, Benny Sihotang Beri Masukan, Pemko Medan Agar Mengalokasikan Anggaran Untuk Tembuskan Jalan

Persoalan Drainase Tumpat di Jalan Penampungan 1 dan 2, Benny Sihotang Beri Masukan, Pemko Medan Agar Mengalokasikan Anggaran Untuk Tembuskan Jalan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Menjawab keluhan masyarakat Jalan Penampungan 1 dan 2, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Benny Harianto Sihotang,SE.,MM (foto) mengatakan jika ingin drainase di Jalan Penampungan 2 Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia bisa normal, maka harus ditembuskan saluran drainase sampai ke jalan Mesjid ataupun Jalan Sumarsono.

Karena diketahui kondisi parit yang mana mulai dari simpang Jalan Persatuan terus menuju ke penampungan 1 lalu menuju ke penampungan 2 lebih rendah, sehingga air tidak dapat mengalir ke arah simpang jalan persatuan. Apalagi drainase diujung jalan Penampungan 2 buntu.

“Pastilah, itu tidak akan bisa, kalau pemko Medan cerita akan melakukan perbaikan, saran saya hendaknya dianggarkan dana untuk perbaikan drainase tersebut. Jangan digantung. Kalau cuma 20 meter mungkin saya mampu pakai dana pribadi, namun ini kan panjang. Maka itu harus harus dianggarkan,”kata Politikus dari Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara ini, Kamis (25/8) kepada wartawan.

Menurut Benny Sihotang, jika permasalahan drainase di sepanjang Jalan Penampungan 1 dan Penampungan 2 sudah ditemukan, tinggal dianggarkan saja dananya, sehingga drainase dapat dikorek atau di tembuskan alirannya.

Masalah Sampah

Diakui Benny Sihotang lagi bahwa tempat pembuangan sampah sementara di kota Medan sangat terbatas terutama lagi di kecamatan Medan Helvetia. Akibatnya, sampah warga masyarakat tidak tertampung setiap hari.

Meskipun demikian, sejak pengurusan sampah di kembalikan ke lurah dan kecamatan, seharusnya kepala lingkungan bekerjasama dengan pihak kebersihan kelurahan maupun kecamatan berkolaborasi.

“Artinya, Kepling sudah harus melakukan sosialisasi dan juga pemantauan terhadap sampah di lingkungan masung-masing, selanjutnya berkoordinasi dengan becak pengangkut sampah. Hal ini perlu agar sampah tidak sampai mengendap berhari-hari di rumah warga. Bayangkan baunya dan akibatnya dapat menimbulkan penyakit,”terang ketua komisi D DPRD Provinsi Sumut ini.

Benny pun mengatakan lagi dia akan berkolaborasi dengan pihak perusahaan BUMN yang ada di Sumatera Utara untuk memanfaatkan dana CSR dan menyumbangkan beberapa becak sampah untuk pemko Medan. “Kita fokuskan penambahan becak sampah di wilayah Kecamatan Medan Helvetia dulu, agar kedepan persoalan sampah dapat segera teratasi di daerah ini,”terangnya.

Selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Benny Sihotang juga menginformasikan kepada masyarakat bagi pelaku usaha yang membutuhkan bantuan untuk modal usaha, saat ini ada banyak program pemerintah untuk para pelaku usaha, dirinya dapat memfasilitasi agar para pelaku usaha mendapatkannya. Begitu juga untuk bantuan pembangunan rumah-rumah ibadah, Benny pun menawarkan kepada masyarakat jika ada mengetahui rumah-rumah ibadah yang ingin dibantu agar menginformasikan kepada nya, sehingga dapat di survei dan di usulkan untuk menerima bantuan pembangunan. (MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.