Bupati Samosir Launching Program “Pangula Nature”
METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Program baru “Pangula Nature” merupakan terobosan baru Bupati Samosir untuk meningkatkan hasil dan kesejahteraan petani.
Program ini dilaunching Bupati di Desa Sinaga Uruk Pandiangan, Nainggolan, Sabtu (13/8/2022), Samosir.
Launching ditandai dengan pencacahan bahan pupuk organik. Launching dilakukan secara virtual yang diikuti 6 kecamatan di Samosir.
Pangula Nature dengan Motto “Bertani Selaras Alam” dari berbagai terobosan, membina serta mendampingi Pembuatan maupun pemakaian pupuk dan pestisida organik, pengaturan pola tanam serentak melalui kajian ilmiah serta kearifan lokal, penggunaan pakan organik, pembentukan kelompok tani peduli api.
Bupati didampingi Wabup menyampaikan, pola “Pangula Nature” untuk peningkatan kesejahteraan petani dan menciptakan sistim pertanian yang ramah lingkungan. Kelompok tani akan dibina membuat pupuk dan pestida organik, sehingga petani tidak lagi tergantung dengan pupuk kimia yang semakin langka. Selain itu, pengusaha ikan dan ternak juga akan dibekali membuat pakan organik.
“Program ini sebagai tanda percepatan pelaksanaan perubahan pertanian ke arah yang lebih baik. Meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan serta mencegah degradasi lahan,” ucapnya.
Selain itu, Bupati juga menegaskan agar masyarakat untuk tidak lagi membakar lahan yabg dapat merusak kesuburan tanah, juga merusak ekosistim.
Sebagi bukti kepedulian terhadap pengembangan pertanian di Samosir akan di bantuan 350 ton pupuk organik kepada 70 kelompok tani. Secara simbolis, Bupati serta Wabup dan Wakil Ketua DPRD Samosir Pantas Marroha Sinaga menyerahkan bantuan pupuk kepada setiap kelompok tani sebanyak 5 ton untuk 3 kelompok tani.
Plt. Kadis Ketapang dan Pertanian Tumiur Gultom menjelaskan Pangula Nature merupakan tindak lanjut kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Medan dan Universitas Nomensen. Untuk pola tanam serentak akan dijalin kerjasama dengan BMKG. Selain itu, dibutuhkan peran tokoh adat mengkaji kearifan lokal, termasuk kapan menabur benih, ritual kearifan lokal yang tidak menyalahi kepercayaan. Pengembangan pertanian juga akan dikemas menjadi sebuah eko dan agrowisata dalam pengembangan pariwisata di Samosir. (MR/156).
