Sahata Sitorus Minta Bupati Karimun Arahkan Instansi Terkait, Kaji Ulang Penlok Pembangunan TPS 3R di Jalan Sahata
METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Disela acara pertemuan Kajati Kepri dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, turut menghadirkan beberapa organisasi yang berkontribusi dengan pembangunan di kabupaten Karimun salah satunya FPK (Forum Pembauran Kebangsaan), Sahata Sitorus yang merupakan salah seorang warga Jalan Sahata menemui Bupati Karimun H DR Aunur Rafiq MSi.
Adapun perihal yang disampaikan pria berdarah batak tersebut adalah perihal penolakan warga terhadap pembangunan TPS 3 R dikawasan pemukiman warga, yang terletak di RT 002/RW 007 Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral Kabupaten Karimun.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Ketua Paguyuban Batak di Karimun tersebut memberitahukan alasan warga membentuk sikap penolakan terhadap pembangunan TPS 3R tersebut tidak lain tidak bukan hanya menjaga terjadinya pencemaran lingkungan, dan mengantisipasi adanya aroma tak sedap, seperti bau busuk yang dapat menyebabkan penyakit bagi warga sekitar.
” Izin pak Bupati, saya mengharapkan atensi bapak untuk mengarahkan instansi terkait mengkaji ulang penetapan lokasi pembangunan TPS 3R di wilayah kami di Jl Sahata. Tanpa adanya sosialisasi kepada warga sekitar, pembangunan Tempat Penampungan Sampah dibangun disekitar pemukiman warga, dan sampai saat ini warga sekitar menolak untuk kelangsungan pembangunan tersebut,”tuturnya.
Bupati Karimun, ketika dihubungi metrorakyat.com Sabtu (30/07) mengatakan bahwa akan mempertanyakan sikap penolakan tersebut dengan memanggil Lurah Baran Barat untuk dimintai Penjelasan.
“Saat ini saya sedang berada dibatam menghadiri undangan pernikahan, terkait hal itu, saya akan tanyakan dengan Lurah Baran Barat dalam waktu dekat ini. Dimohon bersabar dulu ya,” ujarnya.
Dalam waktu yang bersamaan, Kepala Kelurahan Baran Barat, ketika dikonfirmasi metrorakyat mengatakan, akan memenuhi panggilan Bapak Bupati, terkait sikap warga yang menolak pembangunan TPS 3R di RT 002/RW 007.
“Saya akan hadiri panggilan Bapak Bupati, dan saya akan sampaikan apa sebenarnya penyebab masyarakat memilih sikap menolak pembangunan tersebut,”tutup nya. (MR/Lamhot)
