PT .NKE Minta Waktu 2 Minggu Untuk Memberikan Jawaban,Terkait Tuntutan Masyarakat Pinagar
METRORAKYAT.COM, PASAMAN BARAT – Berbuntut permasalahan pembebasan lahan PT.NKE yang berujung masalah di duga ada indikasi mafia tanah hingga merugikan masyarakat Miliyaran rupiah dan lahan tani masyarakat terancam tidak bisa di pergunakan lagi karna telah di klaim oleh pihak Perusahaan sebagai lahan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang bernilai Ratusan Milyar. Sabtu, (23/07/2022).
Hal itu di benarkan oleh masyarakat setempat yang mengalam peristiwa itu , dirinya menyanyangkan masih ada nya mafia tanah di desa nya juga masyarakat sekitar mengkawatirkan tidak bisa mengontrol atau terjadinya hal-hal yang tida di inginkan apabila masih tidak ada juga jawaban dari pihak perusahaan .
Masyarakat juga menyanyangkan kurangnya interaksi PT.NKE kepada masyarakat pinaga ,meski telah di lakukan unjuk rasa ke lokasi proyek dan sempat di fasilitasi untuk mediasi antara masyarakat dengan perwakilan perusahaan , masyarakat tidak mendapatkan jawaban yang pasti bahkan pihak perusahaan hanya bisa berjanji untuk memberikan jawaban dengan kurung waktu dua minggu .
Hal itu di benarkan oleh salah seorang tokoh masyarakat pinagar dalam ungkapnya tokoh masyarakat itu menyebutkan pihak perusahaan harus bertanggung jawab penuh tentang apa yang di perbuat oleh pihak perusahaan , jangan semena-mena terhadap adat istiadat yang ada di desa nya .
“Kita menyanyangkan dengan harus menunggu kurun waktu dua minggu untuk mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan,”sebut Iwan Jalebo salah satu tokoh masyarakat Pinagar .
Di lain sisi pihak pemerintah daerah terkesan bungkam terkait pembebasan lahan yang bermasalah di lokasi pembangunan PLTU itu seolah – olah kejadian itu tidak ada .
Pihak perusahaan enggan menjawab terkait hasil mediasi yang di lakukan nya terhadap masyarakat pinagar , hingga terbitnya berita ini pihak PT .NKE tidak ada jawaban bahkan terkesan bungkam .
Kepala Polisi Resort Pasaman Barat melalui Kabag Ops serta didampingi oleh Kapolsek Talamau mengatakan aksi unras berjalan dengan tertib dan kondusif aman dan terkendali. (MR/Bobi)
