Pastikan Kaum Milenial Berinvestasi di Properti 

Pastikan Kaum Milenial Berinvestasi di Properti 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Sektor perumahan/properti terus menunjukan peningkatan peminat pasca pamdemi Covid-19. Sejumlah kalangan menilai sekarang saat adalah tepat untuk berinvestasi di sektor properti.

Berdasarkan indeks harga properti residensial (IHPR) yang dilansir oleh Bank Indonesia menunjukan kenaikan harga hampir di seluruh Indonesia.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Triwulan I-2022 yang dilakukan terhadap sampel developer di 18 kota.

Dari 18 kota tersebut meliputi Jabodebek dan Banten, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Manado, Makasar, Denpasar, Pontianak.

Kemudian Pekanbaru, Samarinda, Banjarmasin, Bandar Lampung, Palembang, Padang, Medan, Batam dan Balikpapan.

CEO Epic Properti Gali Ade Nofrans mengatakan, melalui virtual dan siaran persnta, Rabu (6/7/2022), bahwa saat ini bank maupun developer/pengembang menyasar kaum milenil. Karena pertumbuhan milenial ini konsumen yang potensial dari topo geografinya.

“Artinya, jumlah kaum milenial menguasai jumlah penduduk Indonesia. Ini potensi bagi sektor properti untuk memberikan penawaran,” ucap dia. “Jadi Melanial Yang Cerdas Keuangan dan Investasi”.

Asalkan, sambung Nofrans, konsep properti yang ditawarkan ke melanial meliputi jarak, design, kemudahan transpotasi, kemudahan pembayaran. Untuk itu, developer harus pintar mendesign perumahannya dengan sentra-sentra transportasi dan menjalin erat dengan bank terpercaya.

“Ini penting, developer yang bagus akan menjalin dengan bank terpercaya untuk cicilan kreditnya, begitu juga dengan pihak bank. Dan ini akan menjadi acuan calon konsumen rumah,” papar Nofrans.

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Priyanto Budi Nugroho mengingatkan agar kaum milenial berhati-hati saat berinvestasi.

“Kalo mau berinvestasi di saham atai surat berharga maka perhatikan imval hasilnya maduk logika atau tidak. Begitu juga perusahaannya apakah memiliki izin dari regulator yang berwenang atau tidak. Harus di cek dulu dengan seksama,” tekannya.

Jika ingin berinvestasi di perumahan, sambungnya, konsumen harus melihat langsung dimana lokasinya dan izin usahanya. “Umumnya pengembang yang jujur akan melibatkan pihak bank yang kompeten,” jelas Priyanto.

Dariv laporan yang dipublikasikan oleh BI memperlihatkan bahwa total kredit sektor properti pada Mei 2022 sebesar Rp1.141,2 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan April 2022 yang sebesar Rp1.135,4 triliun.

Meskipun dari penyaluran kredit sektor properti pada Mei 2022 turun menjadi  5,9 persen (year on year/yoy) dari semulai 6,1 persen pada bulan sebelumnya, terutama pada segmen Kredit Pemilikan investasi. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.