oleh

PT PGE Dinilai Mendiskriminasikan Kontraktor Lokal, Gubernur Aceh Diminta Jangan Hanya Diam

METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Tokoh Aceh HM Yusuf Hasan menilai PT Pema Global Energi (PGE) telah mendiskriminasi kontraktor lokal dalam pemberian tender dan juga perekrutan tenaga kerja. Gubernur Aceh Nova Iriyansyah diminta untuk segera turun tangan, jangan hanya diam saja.

“Masa jabatan Gubernur Aceh Nova Iriyansyah hanya tinggal menghitung hari, jangan hanya diam melihat nasib kontraktor dan tenaga kerja lokal yang hanya menjadi penonton pada perusahaan pengelolaan migas di Blok B Aceh Utara,” kata HM Yusuf Hasan di Lhokseumawe, Rabu (15/6/2022).

Dikatakan HM Yusuf Hasan, PT PGE telah mengabaikan kontraktor di lingkungan perusahaan dan telah melanggar kearifan lokal sesuai dengan Qanun Aceh nomor 9 tahun 2014. Seharusnya PT PGE harus melibatkan perusahaan lokal dalam melaksanakan aktifitasnya.

“PT PGE tidak merealisasikan aturan tersebut, banyak kontraktor dan tenaga kerja lokal yang mengeluhkan kepada saya. Bahkan informasi yang saya terima bahwa segala pekerjaan dan pengadaan sejumlah barang di perusahaan tersebut tidak melibatkan kontraktor lokal,” ucapnya.

HM Yusuf Hasan mengaku sangat kecewa melihat ketidakpedulian Gubernur Aceh untuk menampung aspirasi warga lingkungan perusahaan. Seharusnya Gubernur Aceh hadir untuk mensejahterakan masyarakat Aceh.

Terkait perekrutan tenaga kerja, kata HM Yusuf Hasan, PT PGE juga telah mendiskriminasi tenaga kerja lokal karena dilakukan secara umum tanpa memprioritaskan warga lingkungan perusahaan.

“Kami harapkan PGE dapat meninjau kembali proses perekrutan tenaga kerja agar tidak menimbulkan konflik lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Badan Advokasi Indonesia (DPD BAI) Provinsi Aceh Jaidi berharap PT PGE lebih memprioritaskan kontraktor lokal agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Aceh, dengan begitu tidak lagi terjadi kesenjangan sosial.

“Ini hanya masalah sejengkal perut saja, akan tetapi bisa dapat menimbulkan konflik jika terus diabaikan oleh perusahaan pengelola migas tersebut,” kata Jaidi.

Kemudian, kata Jaidi, Gubernur Aceh harus segera turun tangan menyikapi keluhan kontraktor dan putra-putri daerah terkait
kisruh proses tender dan perekrutan tenaga kerja.

“Masa jabatan Gubernur Aceh hanya menghitung hari, diharapkan Nova Iriyansyah segera dapat menyelesaikan persoalan PT PGE dan warga lingkungan agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi,” kata Jaidi.

Akhir tahun 2021 lalu, puluhan kontraktor lokal juga sudah mendatangi Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf untuk mengeluhkan terkait diskriminasi PT PGE dalam proses tender tanpa melibatkan kontraktor lokal dan perekrutan tenaga kerja lokal.(MR/red)