Kapus Distrik Wayer Ruth.H.Sesa,S.Kep : Persoalan Stanting Dan Agreditasi Puskemas Menjadi Fokus Utama

Kapus Distrik Wayer Ruth.H.Sesa,S.Kep : Persoalan Stanting Dan Agreditasi Puskemas Menjadi Fokus Utama
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – Kepala puskesmas Distrik Wayer kabupaten Sorong Selatan provinsi Papua Barat Ruth Heronia Sesa,S.Kep menegaskan bahwa persoalan Stanting dan juga Proses Akreditasi Puskemas Distrik Wayer dari Madya menuju Paripurna merupakan dan utama.

Pernyataan tersebut disampaikan usai serah terima jabatan dari kepala puskesmas lama Margaretha Howay,A.Md,Kep kepada kepala puskesmas baru, Ruth.H.Sesa,S.Kep di Aula BKKBN Puskesmas Distrik Wayer Jumat, (20/05/2022).

Ruth.H.Sesa,S.Kep Kepala Puskesmas Distrik Wayer menyampaikan bahwa pada hari kamis telah melakukan serah terima jabatan Kepala Puskesmas sehingga secara pribadi dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yaitu Bapak Bupati dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan yang telah mempercayakan saya sebagai kepala puskesmas di distrik Wayer saat ini.

Dia menambahkan lagi, kehadiran nya disini tentunya tidak merubah tetapi dia akan tetap melanjutkan apa yang sudah ada untuk meningkatkan mutu pelayanan yang ada di puskesmas Wayer.

“Terkait proses agreditasi untuk saat ini kami berada diakreditasi Madia dan untuk menuju ke paripurna dan utama tentunya saya membutuhkan dukungan terutama dari lintas sektor, Kepala distrik, dan kepala kampung kepala dusun persiapan yang ada di distrik Wayer untuk kerja sama agar status puskesmas kami naik satu tangga Menjadi Paripurna,”ungkapnya.

Dia juga membutuhkan dukungan dari teman-teman selama ini mengenalnya  baik yang ada di puskesmas yaitu staf, penanggung jawab program seperti isensial dan pengembangan demi meningkatkan mutu pelayanan didalam Puskemas Distrik Wayer.

“Kita di puskesmas Wayer saat ini masuk dalam lokus Stantin sehingga ada beberapa kampung yang masuk dalam lokus tersebut maka yang sudah berjalan saat ini yaitu posyandu sehingga kami akan meningkatkan,”ucapnya lagi.

Yang terkait dengan stanting mulai dari usia 0-2 tahun kedepan upaya yang dilakukan harus mencegah dan jika dia lebih dari 5 tahun sudah tidak bisa karena Stanting itu tumbuh ke samping.

“Untuk tahap gizi, supaya kita memperbaiki agar tetap pelayanan di distrik Wayer tidak terjadi Stanting, kami mengharapkan kepada ibu hamil di bawah 0-5 bulan agar tetap berkunjung ke posyandu atau puskesmas terdekat agar kita mencegah sehingga diwaktu pertumbuhan dan persalinan nanti terjadi Stanting,”terangnya.

Dia pun  berharap dukungan dari Kepala Kampung dan Kader Posyandu sehingga jika ada yang di temukan dalam kampung tersebut ada yang hamil agar bisa menjadi perhatian khusus yang di tangani petugas posyandu dan kepala kampung.(MR/DESIANUS WATHO).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.