Kapolres Karimun : Perihal Info Dana Insentif GSM, Coba Pihak Gereja Pertanyakan Kepada Kemenag dengan baik, Apakah benar ada anggarannya?

Kapolres Karimun : Perihal Info Dana Insentif GSM, Coba Pihak Gereja Pertanyakan Kepada Kemenag dengan baik, Apakah benar ada anggarannya?
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KARIMUN – Menyikapi pemberitaan perihal informasi Dana Insentif GSM dimedia metrorakyat.com Selasa (17/05/2022), Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano Sik menghimbau supaya pihak gereja yang telah dimintai data seperti photo copy KTP dan Buku Rekening Bank, dapat mempertanyakan langsung atau audensi dengan pihak kementrian agama kabupaten karimun. Beliau juga menyarankan supaya pihak kemenag dan pihak gereja dapat duduk bersama untuk membicarakan hal tersebut.

” Saya kira ada baiknya pihak gereja dan kemenag duduk bersama untuk membicarakan hal tersebut, apakah benar ada dianggarkan untuk itu? Jika benar, itu anggaran tahun berapa? Dan apabila memang tahun ini, coba tanyakan lagi, kapan pencairannya? Bagaimana sistemnya? apakah ada kendala sehingga sampai saat ini belum ada realisasi? Saya kira itu cara yang arif dan santun, ketika kedua belah pihak dapat melakukan pertemuan terkait hal ini,”ujarnya.

Salah seorang warga gereja yang minta namanya dirahasiakan mengaku kepada metrorakyat.com selasa 17/05 bahwa saat itu pihak kemenag meminta persyaratan buku tabungan Bank Riau dan photo copy KTP dengan waktu sangat singkat, sehingga harus buru buru mengurus buku tabungan untuk dapat diserahkan langsung kepada pihak kemenag, ketika ditanyai tentang biaya untuk kelengkapan persyaratan yang diminta oleh kemenag, warga tersebut mengatakan hanya biaya saldo awal buka rekening di Bank Riau Rp 50.000 rupiah.

“Saya dapat informasi dari teman parhalado disaat sermon, dan setelah dipilih, maka saya satu orang yang diutus untuk menerima insentif Guru Sekolah Minggu (GSM) tetapi sampai saat ini sudah tiga bulan, belum ada informasi yang jelas, jadi saya pribadi sudah tidak berharap lagi,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Muki Kabupaten Karimun St Lebanus Haloho juga turut berkomentar melalui akunt whatsAppnya mengatakan bahwa, Lebanus juga turut prihatin dengan cara kerja Kementerian Agama Kabupaten Karimun.yang terkesan tertutup. Lebanus juga mengatakan bahwa kemenag sudah pernah menyatakan berkas setiap perwakilan gereja hilang, dan setelah dikonfirmasi kepada Kemenag, mereka mengatakan sedang melakukan pencarian, lalu sekarang ada pulak minta data lagi dari gereja gereja.

“Ada apa dengan kemenag? Wajar jika ada dugaan lain, namun walaupun demikian, pihak kemenag sebaiknya transparan, apakah data itu benar hilang? Jika benar hilang, ada baiknya diberitahukan kepada setiap gereja, disertai dengan surat bukti kehilangan dari pihak kepolisian, jadi warga gereja tidak ada yang berpraduga lain. Saya juga sepakat dengan atensi dari Bapak Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano Sik, untuk dapat mendudukkan perbedaan pemahaman ini, supaya tidak ada kedepannya kesan buruk terkait informasi penerimaan dana insentif GSM ini,”imbuhnya. (MR/Lamhot)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.