HM Yusuf Hasan : Data 70 Persen Anak Aceh Utara Diterima Kerja di PT PGE Tidak Benar
METRORAKYAT.COM, ACEH UTARA – Tokoh masyarakat Aceh Utara HM Yusuf Hasan mengaku kecewa dengan pernyataan Direktur Utama PT Pema Global Energi (PGE) yang menyatakan bahwa 70 persen karyawan di perusahaan tersebut merupakan putra daerah dari Kabupaten Aceh Utara dan 16 persen dari Kota Lhokseumawe.
HM Yusuf Hasan di Lhokseumawe, mengatakan permohonan kerja yang telah diajukan oleh warga lingkungan sejauh ini tidak ditanggapi oleh perusahaan tersebut dikarenakan tidak memiliki pengalaman kerja yang menjadi persyaratan.
“Bagaimana mungkin bisa bekerja disitu, sementara persyaratannya seperti menghalangi putra dan putri warga lingkungan untuk bekerja di tempat itu, salah satunya pengalaman kerja, sementara banyak warga lingkungan yang baru saja menamatkan pendidikannya. Seharusnya di perusahaan tersebutlah mereka mendapatkan pengalaman kerja,” katanya.
Bahkan, persoalan tersebut sudah pernah disampaikannya secara langsung kepada Gubernur Aceh Nova Iriyansyah, namun tidak mendapatkan jawaban apapun.
Terkait statment 70 persen tenaga kerja dari Aceh Utara, hampir semua kepala desa yang berada di lingkungan perusahaan tidak terima dengan pernyataan yang telah disampaikan Dirut PT PGE. Apalagi anggota komisi II DPRK Aceh Utara sudah pernah mencoba meminta data pekerja di perusahaan tersebut namun hingga saat ini tidak diberikan.
“Pernyataan tersebut sangat melukai hati masyarakat Aceh Utara, khususnya warga lingkungan perusahaan. Sebaiknya syarat-syarat yang tidak masuk di akal tersebut dihapuskan saja. Atau paling tidak putra-putri daerah ini diberikan pelatihan untuk kemudian diterima di perusahaan itu,” kata HM Yusuf Hasan.
HM Yusuf Hasan mengajak seluruh elemen untuk mengecek data secara langsung apakah benar terdapat putra dan putri warga lingkungan yang bekerja di perusahaan migas tersebut, jikapun ada, diyakini tidak mencapai 5 %. Hal tersebut bertujuan untuk membuktikan pernyataan dari Dirut PT PGE dan Gubernur Aceh.
HM Yusuf Hasan meminta Gubernur Aceh agar lebih konsisten dan tegas terkait perekrutan putra daerah untuk bekerja di perusahaan migas Blok B Aceh Utara.
“Jika gubenur tegas, putra daerah tidak akan bernasib seperti sekarang yakni menjadi penonton di negeri sendiri. Sangat miris kondisi saat ini, tanah kita kaya tapi kita hanya menjadi penonton saja. Sudah cukup melihat penderitaan masyarakat Aceh, sekarang waktunya memberikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh,” katanya.(MR/red)
