Diusia 13 Tahun Kabupaten Maybrat Mutu Indeks Pendidikan Berada Pada Posisi peringkat Ke-1 Di Papua Barat

Diusia 13 Tahun Kabupaten Maybrat Mutu Indeks Pendidikan Berada Pada Posisi peringkat Ke-1 Di Papua Barat
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MAYBRAT – Terbentuk nya kabupaten Maybrat pada tanggal 3 Mey 2009, Pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan sehingga khususnya bidang pendidikan kini mengalami kenaikan signifikan yaitu dari progresnya Kabupaten Maybrat pada Tahun 2021 dan 2022 berada pada posisi peringkat ke-1 dari 13 Kabupaten dan 1 kota di provinsi Papua Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Maybrat Kornelius Kambu,S.Sos,M.Si Saat diwawancarainya Melalui Via Telepon, Selasa, 03 Mei 2022.

Kornelius Kambu,S.Sos,M.Si mengungkapkan bahwa dirinya selaku kepala dinas pendidikan Kabupaten maybrat menyampaikan selamat ulang tahun kabupaten maybrat yang ke 13 tahun yang jatuhnya pada tanggal 3 Mei 2009.

Dari sisi penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pelayanan masyarakat Kabupaten ini juga sudah dilakukan pertama yaitu pejabat bupati dan 2 kali pemilihan sehingga berbagai ukuran prestasi pembangunan yang sudah diraih dan ada juga yang masih ada mengalami kendala.

“Khusus kami dari sektor pendidikan bahwa potret pendidikan dengan adanya pejabat bupati sehingga terbentuk nya beberapa perangkat daerah lalu adanya penilaian kualitas pembangunan di kabupaten maybrat, potret penilaian rapat mutu pendidikan yang dilakukan kementerian pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2018 kita berada di peringkat ke-13 dari 12 kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua Barat,”sebutnya.

Sambung dia lagi, artinya bahwa keberadaan warga menjadi  berada di juru kunci sehingga penyelenggaraan pemerintahan terus berjalan dan Pemilu kedua pada tahun 2017 dan hasil potret terakhir di tahun 2018 kita tetap berada di juru kunci yaitu urutan 13.

“Dari situ Pak Bupati memberikan kepercayaan kepada saya pada tanggal 18 Oktober 2018, saya selaku kepala dinas pendidikan melakukan beberapa kebijakan yang berhasil kita lakuka, salah satunya adalah kita melakukan peningkatan mutu pendidikan sehingga pada tahun 2018 kita berada di urutan ke-13, langkah dan upaya terus kita lakukan maka 2019 kita berada di urutan ke-4, dan ditahun 2020 kita berada pada urutan ke-2 dari 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua Barat. Tidak sampai di situ saja namun kita terus melakukan kebijakan dan upaya sehingga pada tahun 2021 kita berada pada peringkat ke-1 dari 13 Kabupaten dan 1 kota maka kita diberikan penghargaan dari Lembaga penjaminan mutu (LPP) Papua Barat dan saya selaku kepala dinas pendidikan dapat menerima penghargaan tersebut,”sebutnya.

Itu artinya bahwa sekalipun orang menilai Kabupaten ini banyak ketimpangan dan kendala struktur tetapi juga kualitas SDM yang begitu rendah tetapi kita terus berusaha untuk membenahi sedikit demi sedikit bisa ada peningkatan, dari situ sehingga kementerian pendidikan melalui lembaga independen LPP Papua Barat melakukan proses penilaian itu dan memberikan kepercayaan kepada kami Kabupaten maybrat sebagai nomor 1 sinkronisasi data dapodik terbaik se Papua Barat

“Tidak hanya itu namun sekolah-sekolah kami yang dari tadinya tidak terakreditasi di awal-awal tahun ketika ketika undang-undang 13 begitu ditetapkan kami berusaha gendot sehingga kami punya 13 SMP terakreditasi oleh Badan akreditasi Nasional (BAN) hanya 2 sekolah baru yang kemarin di tahun 2021 dan didirikan itu yang pada bulan Juni ini kita ikut lagi dalam proses akreditasi. Tetapi sekolah-sekolah yang awal semua semua terakreditasi baik 65 SD maupun 13 SMP Dari badan akreditasi Nasional Sedangkan untuk SMA SMK sesuai undang-undang itu sudah menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Papua Barat,”katanya.

Sesuai Dengan motto pendidikan kami yang ada di dinas pendidikan yaitu terwujudnya pelayanan pendidikan yang prima, Bersenambungan dan bertanggung jawab, dari aspek ini sehingga kami kami selaku kepala dinas yang dipercayakan Bapak Bupati untuk itu langkah dan kebijakan terus kita lakukan demi meningkatkan pelayanan pendidikan di kabupaten Maybrat.

“Saat ini kita melihat pembangunan infrastruktur dasar saja tidak kala sama seperti kabupaten/kota yang lain pembangunan runbel, ruang guru, ruang kelas sekolah, RKB, perpustakaan, pengadaan komputer dan lain-lain itu tidak kalah saing sehingga kami ikut program Asismen nasional berbasis komputer,”ungkap Kone

Maka keberhasilan yang kami lakukan adalah Sekolah kami terakreditasi Semua, kami juga ikut program assessment nasional berbasis komputer , dengan kegiatan yang kami lakukan seperti itu akhirnya kami berusaha untuk membenahi infrastruktur dasar sehingga pembangunan infrastruktur dasar terkait ruang belajar, RKB, rumah guru dan lain-lain itu sehingga kita lihat secara kasat mata SD di kabupaten maybrat semua sudah dibangun baik menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Terkait dengan situasi pandemi covid yang melanda dunia khususnya kami di kabupaten maybrat tetapi kami berusaha membuka kelas khusus Yang bergandengan dengan lembaga kementerian pendidikan yaitu LPKS solo dan Unimuda Sorong dengan kementerian Ditjen untuk guru-guru kami di kabupaten maybrat ini mengikuti Diklat kompetensi guru gelombang pertama gelombang kedua dan gelombang ketiga yang berlangsung di kota Sorong Papua Barat, sehingga guru-guru kami ini ini sudah memiliki sertifikat semua baik diklat kepala sekolah sehingga kami mau mempromosikan ke mana saja untuk menduduki kepala sekolah sudah tidak bisa diragukan yaitu ada yang bisa jadi kepala sekolah dan ada yang bisa jadi wakil kepala sekolah. kegiatan ini dibiayai oleh anggaran daerah dan juga sering dana kita dengan pusat untuk guru-guru kami semua mengikuti diklat kepala sekolah sekaligus dengan mengikuti penguatan kapasitas sekolah yang 3 gelombang semua dinyatakan lolos.(MR/DESIANUS WATHO).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.