BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Korban Kebocoran Gas Deli Serdang Dapat Manfaat JKK

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Korban Kebocoran Gas Deli Serdang Dapat Manfaat JKK
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEULABOH – Peristiwa kebocoran gas kembali terjadi dan merenggut nyawa 2 orang pekerja yang mengakibatkan keduanya tewas karena diduga keracunan gas saat bekerja di dalam gorong-gorong yang terletak di kawasan Simpang Kayu Besar, Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang.

Pasca kejadian, Layanan Cepat Tanggap (LCT) BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) secara sigap melakukan koordinasi dengan perusahaan dan pihak terkait. Hasil dari penelusuran tersebut telah dipastikan bahwa korban atas nama Sumadi dan Risdian Syahidin merupakan peserta aktif dan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Roswita Nilakurnia menyatakan bahwa masing-masing ahli waris berhak atas manfaat JKK sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, biaya pemakaman, manfaat Jaminan Pensiun (JP) berupa uang tunai yang dibayarkan setiap bulan atau sekaligus, serta seluruh dana JHT yang dimiliki korban.

Selain itu jika korban memiliki anak yang masih menempuh pendidikan, BPJAMSOSTEK akan memberikan manfaat beasiswa bagi 2 orang anak dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal Rp174 juta.

“Saya atas nama keluarga besar BPJAMSOSTEK mengucapkan duka yang mendalam kepada keluarga korban. BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal agar seluruh manfaat yang merupakan hak ahli waris ini dapat diterima secepatnya, sehingga dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Roswita.

Kasus kecelakaan kerja semacam ini sering terjadi, hal ini menandakan bahwa risiko kerja dapat terjadi kapan dan di mana saja. Oleh karena itu Roswita mengimbau kepada seluruh pekerja untuk memastikan dirinya terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK sehingga terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan kematian.

“Kami menyadari bahwa sebesar apapun manfaat yang kami berikan tidak dapat menggantikan rasa kehilangan orang yang kita cintai. Namun kejadian ini patut kita jadikan pelajaran agar kita selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja dan tentunya melindungi diri dengan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga kita dapat bekerja dengan tenang,” tutup Roswita.

Ditemui di Kantor BPJAMSOSTEK Meulaboh, Achmad Ramli selaku Kepala mengatakan pihaknya turut prihatin atas musibah yang dialami oleh pekerja pada kejadian tersebut dan berharap hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi dan bisa dimitigasi oleh perusahaan sehingga bisa meminimalisir potensi risiko apalagi pada pekerjaan yang tergolong rentan mengalami risiko kerja.

“Saya mengucapkan belasungkawa atas musibah yang terjadi dan semoga santunan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan dan kedepannya kita tetap harus peduli terhadap keselamatan pekerja agar hal-hal yang tidak kita inginkan dapat dihindari,” pungkas Ramli.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.