oleh

BI Bangun Perekonomian Lewat Produk Dalam Negeri

METRORAKYAT.COM, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dlluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.38 “Sinergi dan Inovasi sebagai akselerasi Pemulihan Intermediasi serta menjaga Ketahanan Sistem Keuangan” yang diluncurkan, Sabtu (14/5/2022).

Dijelaskan Perry Warjiyo ada 3 makna dari KSK No.38 yakni optimisme pertumbuhan intermediasi yang semakin membaik di tahun 2022 di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi berbagai tantangan.

Kedua, transformasi kebijakan untuk menjaga ketahanan sistem keuangan dengan tetap mendorong intermediasi yang seimbang. Ketiga sinergi dalam membangun ekonomi yang inklusif melalui pembiayaan serta gerakan penggunaan produk dalam negeri.

Selain itu juga Bank Indonesia (BI) melanjutkan bauran kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi nasional, di antaranya melalui kebijakan makro prudensial yang akomodatif maupun inovatif bersinergi dengan kebijakan KSK.

Stabilitas sistem keuangan Indonesia diprakirakan tetap terjaga pada 2022, walaupun masih dihadapkan pandemi Covid-19 juga sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai.

Dikesempatan hadir sebagai narasumber webinar yaitu Dietrich Domanski, Secretary General Financial Stability Board (FSB), Yati Kurniati, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Wahyu Utomo, Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Keuangan dan Anung Herlianto, Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan. Webinar dihadiri pula oleh perwakilan Himbara, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan kalangan akademisi.

Sementara Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti pada pembukaan Webinar “Bauran Kebijakan Nasional di tengah Dinamika Ekonomi Global, Dampak Ketegangan Geopolitik dan Tantangan Scarring Effect” menekankan pentingnya kebijakan otoritas yang well calibrated, well planned, and well communicated untuk menjawab berbagai tantangan yang masih akan mewarnai pemulihan ekonomi global dan domestik ke depan.

Diskusi dalam webinar ini mengemukakan beberapa tantangan dimaksud, di antaranya ketegangan geopolitik Rusia Ukraina yang masih berlanjut dan dampak luka memar (scarring effect) pandemi Covid-19 yang bersifat struktural.

Bank Indonesia terus berupaya menjaga momentum pemulihan melalui penguatan sinergi kebijakan nasional, termasuk didalamnya kebijakan makroprudensial. (MR/156).

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Breaking News