Program JKN-KIS Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Gigi

Program JKN-KIS Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Gigi
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LHOKSEUMAWE – Satu diantara banyaknya jenis pelayanan kesehatan yang dijamin dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah layanan kesehatan gigi.

Layanan ini dapat diakses di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), diantaranya di Puskesmas, klinik atau Dokter Prakter Perorangan (DPP) peserta JKN terdaftar. Layanan gigi juga dapat di akses di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) sesuai dengan pertimbangan medis atau rujukan.

drg Milla Yoesfianda, dokter gigi yang aktif memberikan layanan kesehatan gigi kepada masyarakat mengatakan bahwa sejak adanya Progam JKN-KIS, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi sudah meningkat drastis.

“Sebelum ada JKN masyarakat yang datang ke Puskesmas untuk periksa gigi tidak sebanyak sekarang, Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah semakin aware dan mudah untuk akses layanan kesehatan gigi, tinggal datang saja ke Puskesmas setempat,” ujar Milla Yoesfianda di Lhokseumawe, Senin (4/4/2022).

Dokter gigi yang sudah bekerja sejak tahun 2010 ini juga mengatakan bahwa ia tak lupa untuk selalu memberikan edukasi di sela-sela melayani pasien akan pentingnya upaya pencegahan dalam merawat kesehatan gigi.

Karena menurutnya, tak sedikit masyarakat yang terburu-buru untuk mendapatkan layanan gigi khususnya tindakan cabut gigi. Padahal yang paling utama adalah tindakan pencegahan dengan merawat kesehatan gigi yang tepat.

“Walaupun dengan adanya Program JKN-KIS sekarang berobat (layanan kesehatan gigi) sudah dipermudah, harapan kita masyarakat harusnya masih lebih mementingkan menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dari pada harus selalu menunggu sakit dan akhirnya harus cabut gigi yang bermasalah,” pungkasnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa tak jarang masyarakat terpaksa harus di rujuk ke rumah sakit meskipun sudah mendapatkan perawatan layanan gigi di tempatnya bekerja.

“Tugas dokter memberikan advise medis, menentukan jenis dan jumlah obat yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi pasien, nah kadang pasien ini tidak menyelesaikan atau tidak minum obat sesuai anjuran yang pada akhirnya terpaksa harus dirujuk karena keluhannya tidak berkurang atau bahkan tambah sakit,” tuturnya.

Untuk itu Ia pun berharap agar semua masyarakat lebih mementingkan upaya pencegahan dari pada pengobatan agar terhindar dari resiko sakit.

“Preventif kan lebih baik dari pada kuratif, jadi dari pada harus merasakan sakit gigi lebih baik mulai sekarang rutin membersihkan gigi, periksa gigi, dan ikuti anjuran dari dokter,” tutupnya.(MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.