Data BPS, Februari 2022, Impor Sumut US$473,42 Juta
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) bahwa perkembangan impor di bulan Februari 2022 Sebesar US$473,42 juta untuk wilayah Sumatera Utara.
Besaran nilai impor melalui Sumut pada Februari 2022 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$473,42 juta atau menurun sebesar 10,56 persen jika dibandingkan pada Januari 2022 mencapai US$529,29 juta.
Kepala BPS Sumut Nurul Hasanuddin melalui live streaming, Jumat (8/4/2022), mengatakan bahwa jika dibandingkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 11,16 persen.
Nilai impor menurut golongan penggunaan barang bulan Februari 2022 dibanding Januari tahun sama, barang modal yang mengalami penurunan sebesar 27,86 persen yakni, barang konsumsi 26,33 persen dan bahan baku/penolong sebesar 6,90 persen.
Bulan Februari 2022, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah gula dan kembang gula sebesar US$22,01 juta (311,95%).
Nilai impor Februari 2022 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$124,21 juta dengan perannya mencapai 26,24 persen dari total impor Sumut, diikuti Singapura sebesar 67,70 juta (14,30%) dan Malaysia sebesar US$62,75 juta (13,25%)
Sehingga total impor Sumut, pada bulan Februari 2022 sebesar US$473,42 juta, impor bahan baku/penolong memberikan peran terbesar, yaitu sebesar 85,16 persen dengan nilai US$403,15 juta, diikuti impor barang konsumsi sebesar 8,57 persen (US$40,58 juta), dan impor barang modal sebesar 6,27 persen (US$29,69 juta).
Nilai impor Februari 2022 dibanding Januari 2022, barang modal turun sebesar 27,86 persen, barang konsumsi dan 26,33 persen dan bahan baku/penolong turun sebesar 6,90 persen
Dari total nilai impor Sumatera Utara sebesar US$473,42 juta pada Februari 2022, sebesar US$191,12 juta (40,37%) berasal dari Asia di luar ASEAN, sebesar US$160,70 juta (33,94%) berasal dari ASEAN dan sisanya berasal dari kawasan lainnya.
Negara pemasok barang impor terbesar pada Februari 2022 adalah Tiongkok sebesar US$124,21 juta (26,24%), diikuti Singapura sebesar US$67,70 juta (14,30%) dan Malaysia sebesar US$62,75 juta (13,25%).
Selama Januari – Februari 2022 kesepuluh negara asal utama yang memberikan peran besar 76.05 terhadap total nilai impor melalui Sumut, sisannya 23,95 persen berasal dari negara lainnya.
Nilai impor dari 10 negara utama naik sebesar 31,14 persen dibandingkan Januari – Februari 2021.
Neraca perdagangan luar negeri Sumut Februari 2022 mengalami surplus sebesar US$411,97 juta, turun sebesar 3,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$427,12 juta.
Apabila neraca perdagangan luar negeri Sumut pada Februari 2022 dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 31,44 persen yakni dari US$313,44 juta di bulan Februari 2021 menjadi US$411,97 juta Februari 2022.
Surplus NPLN Sumut dengan negara mitra utama selama Januari – Februari 2022 berturut-turut yaitu senilai US$175,36 juta Amerika Serikat US$106,05 juta, Rusia senilai US$99,59 juta, Jepang, senilai US$69,24 juta, Belanda serta India senilai US$52,69 juta.
Sedangkan defisit perdagangan luar negeri Sumut terjadi yakni Singapura senilai US$146,03 juta, Argentina senilai US$33,29 juta, Tiongkok senilai US$26,93 juta, Canada senilai US$25,64 juta dan Australia senilai US$20,16 juta. (MR/156).
